Home / Seputar NTT / Mengukir Sejarah Pohon Beringin di Pulau Sejuta Lontar

Mengukir Sejarah Pohon Beringin di Pulau Sejuta Lontar

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Seba, seputar-ntt.com – Waktu baru menunjukkan pukul 10 :00 WITA ketika rombongan Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sabu Raijua, Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba tiba di Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat pada 9 Oktober 2020. Mereka akan melakukan kampanye terbatas putaran pertama Pilkada Sabu Raijua. Dalam rombongan itu, ada Ketua DPD II Partai Golkar Sabu Raijua, Simon Petrus Dira Tome bersama beberapa pengurus. Pasalnya, untuk Pilkada tanggal 9 Desember 2020 di Kabupaten Sabu Raijua, Partai Golkar mendukung Calon Perseorangan atau Independen Pasangan Takem Radja Pono dan Hegi Radja Haba atau Paket TRP-Hegi.

Suasana panas dipuncak musim kemarau di Sabu Raijua, rupanya tidak menyurutkan niat masyarakat untuk datang mendengar apa visi dan misi pasangan calon yang kelak akan menjadi pemimpin mereka. Ada yang datang dengan baju kaos TRP-Hegi, ada juga yang menggunakan kaos Golkar yang sudah lusuh. Rupanya mereka benar-benar mencintai partai yang selalu menjadi pemenang di Sabu Raijua ini. Karena Kampanye terbatas ini menerapkan protocol Covid-19 maka tidak ada ciuman hidung sebagai budaya orang Sabu diantara kandidat dengan masyarakat. Walaupun demikian, suasana kekeluargaan begitu kental dalam suasana Pilkada yang sudah mulai memanas di Sabu Raijua.

Kampanye terbatas di Desa Menia dimulai dengan orasi politik dari Ketua DPD II Partai Golkar Sabu Raijua, Simon Dira Tome. Dia mengatakan bahwa dalam sejarah Pilkada Sabu Raijua sejak menjadi daerah otonom pada 2009 silam, Partai Golkar belum pernah kalah dalam pertarungan Pilkada di daerah yang dijuluki Pulau Sejuta Lontar ini. Orang Sabu Raijua memiliki pepatah yang berbunyi “Wala-wala wagga ne herugu ana rai” yang berarti hanya pohon beringin yang bisa melindungi rakyat. Pepatah ini seperti sudah menjadi spirit tersendiri bagi masyarakat di Sabu Raijua ketika menghadapi Pilkada maupun Pemilu. Itulah kenapa Partai Golkar selalu menjadi pemenang di Sabu Raijua.

“Sebagai kader Golkar maka kita akan mengukir sejarah di daerah ini bagimana pohon beringin bisa bertunas dan mekar di musim kemarau. Kita sudah memenangkan dua kali pertempuran di Pilkada dan berhasil menancapkan panji Golkar di puncak kemenangan. Pilkada kali ini adalah pertarungan partai Golkar sebagai partai rakyat Sabu Raijua sehingga semua kita bergerak satu irama untuk memenangkan pasangan yang didukung oleh Partai Golkar di Sabu Raijua,” kata Simon Dira Tome saat menyampaikan orasi yang disambut tepuk meriah para simpatisan.

Simon Dira Tome mengisahkan, pada Pilkada pertama tahun 2010 silam, Partai Golkar mengusung Pasangan Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke sebagai calon bupati dan wakil bupati atau Paket Mandiri. Saat itu Partai Golkar masih digawangi Yakob Lay Riwu sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Sabu Raijua dan Ibrahim Agustinus Medah sebagai Ketua DPD I Partai Golkar NTT. Pertarungan yang sangat sengit karena diikuti oleh 6 pasangan calon. Partai Golkar saat itu benar-benar bekerja keras untuk mememangkan pertarungan.

“Pilkada pertama itu adalah tonggak sejarah bagi kita bahwa pohon beringin tumbuh subur di Sabu Raijua. Saat itu pimpinan DPRD Sabu Raijua adalah kader Golkar yakni saudara kita Ruben Kale Dipa. Dia juga yang jadi ketua Tim Pemenangan Paket Mandiri waktu itu. Saya melihat sendiri bagimana simpatisan Golkar bekerja secara militan dan tidak terpengaruh dengan berbagai godaan dari pihak lain. Pada Pilkada Kedua, Golkar lalu kembali mendukung Paket Mandiri Jilid II yang memilih jalur perseorangan atau independen. Karena kita meyakini bahwa suara rakyat adalah suara Golkar maka kita mendukung paket itu dan sekali lagi kita memangkan pertarungan. Saat ini kita mendukung Calon Peseorangan yakni Paket TRP-Hegi dan harus menang,” kata Simon Dira Tome yang juga Wakil Ketua DPRD Sabu Raijua ini.

Simon Dira Tome juga mengatakan Partai Golkar tidak asal-asalan dalam mendukung Paket TRP-Hegi tapi sudah melalui berbagai tahapan yang dilakukan sesuai mekanisme partai. “Sebagai partai yang telah dua kali memenangkan pertarungan Pilkada di Sabu Raijua maka Golkar telah melakukan berbagai tahapan dan mekanisme partai hingga akhirnya menentukan pilihan. Sesuai hasil survei yang dilakukan oleh partai Golkar maka TRP-Hegi berada diurutan teratas sehingga Golkar menetapkan dukungan pada Paket Koalisi Rakyat ini,” kata Simon yang juga Wakil Ketua DPRD Sabu Raijua ini.

Sebagai partai pendukung Koalisi Rakyat TRP-Hegi kata Simon Dira Tome, pihaknya sudah mengistruksikan mesin partai untuk memenangkan pasangan ini. Semua kader dan pengurus tingkat bawah wajib hukumnya untuk terlibat dalam setiap kampanye kandidat diwilayah mereka. Hal ini untuk memastikan soliditas pengurus dan simpatisan di akar rumput “Sebagai Partai pendukung Golkar ada berada di garda depan. Secara hirarki Partai sudah memerintahkan semua kader untuk bersatu padu untuk memenangkan Paket TRP-Hegi. Ketua DPD I Golkar NTT, Pak Melki Laka Lena sudah secara tegas memberi perintah untuk kita kawal dan memenangkan paket TRP-Hegi,”pungkas Simon Dira Tome

Calon Bupati Sabu Raijua, Takem Radja Pono yang mendapatkan kesempatan terakhir menyampaikan orasi politik tidak henti-henti berterimakasih kepada Partai Golkar yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Hegi Radja Haba untuk bertarung di Pilkada Sabu Raijua. Karena itu dia berjanji untuk menancapkan panji-panji Partai Golkar di seluruh pelosok Sabu Raijua jika rakyat memberikan mandat pada tanggal 9 Desember nanti. Kepercayaan yang diberikan oleh partai Golkar adalah amunisi baru dalam memasuki medan laga Pilkada Sabu Raijua.

“Saya tidak akan mengecewakan Partai Golkar dan orang-orang yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Hubungan saya dengan Ketua DPD I Golkar NTT, bapak Melki Laka Lena sangat baik. Beliau mendukung saya dengan tulus tanpa meminta apa-apa. Karena itu saya harus membalas itu dengan cara memenangkan pertarungan ini sehingga panji-panji Golkar akan kita tancapkan di semua pelosok. Jika kursi Partai Golkar mengalami defisit pada Pemilu kali lalu maka pada Pemilu 2024, Golkar harus kembali menguasai Lembaga DPRD Sabu Raijua,” kata Takem Radja Pono yang juga didampingi Calon Wakil Bupati Hegi Radja Haba.

Takem Radja Pono mengatakan, jika rakyat Sabu Raijua memberikan kepercayaan untuk memimpin daerah itu maka sebagai pemerintah pihaknya harus mampu mengurus masyarakat mulai dari perutnya. Salah satu kebutuhan manusia yang tak bisa digantikan adalah kebutuhan terhadap pangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka pemerintah tidak boleh ongkang-ongkang kaki dan hanya duduk dibelakang meja. Pemerintah harus memastikan bagimana caranya supaya jangan ada satupun rakyat yang tidur dalam kondisi perut kosong. Untuk itu lanjut Takem, maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah bagimana memaksimalkan semua potensi lahan di Sabu Raijua dan dikelola sesuai dengan kondisi tanah diwilayah tersebut.

“Pangan itu adalah sesuatu yang tidak bisa tergantikan dari kehidupan manusia, tanpa pangan manusia akan mati, dan tanpa pangan yang cukup dan bergisi maka manusia menjadi tidak cerdas. Ini adalah tanggungjawab pemerintah bagimana memenuhi kebutuhan pangan rakyat tanpa harus tergantung pada beras murah atau bantuan non tunai. Kita harus bergerak bersama dan mimpi itu tentu bisa terwujud jika masyarakat sebagai pemegang kedaulatan memberi kepercayaan kepada saya untuk mengurus Sabu Raijua,” kata Takem Radja Pono.

Kehadiran ribuan masyarakat saat deklarasi pada tanggal 5 september 2020 silam kata Takem Radja Pono karna sebuah tujuan untuk Sabu Raijua yang dicintai. “Waktu deklarasi itu ina, ama semua sudah melihat bukti apa yang dikatakan orang Vox Populi Vox Dei atau Suara Rakyat adalah Suara Tuhan. Sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Rakyat Sabu Raijua telah membuka Pintu bagi Paket TRP-Hegi Untuk bertarung di Pilkada Sabu Raijua. Saya yakin, jika Rakyat yang telah membuka pintu maka tak akan ada satu setanpun yang sanggup menutupnya. Dengan pintu yang telah dibuka sendiri oleh rakyat maka kita akan melihat langit baru dan bumi baru,” tutup Takem disambut tepuk riuh para simpatisan. (joey rihi ga)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]