Home / Advertorial / Melejit Di Tengah Badai, Kinerja Bank NTT Diberi Apresiasi

Melejit Di Tengah Badai, Kinerja Bank NTT Diberi Apresiasi

Gedung Kantor Pusat Bank NTT di Jln. W. J. Lalamentik, Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Kendati dalam hantaman aneka badai seperti pandemi Covid-19 dan badai sikon tropis seroja, Bank NTT terus menunjukan kinerja yang kian profesional dan makin maju. Itu pasalnya, sejumlah kalangan memberikan apresiasi lantaran torehan prestasi dan inovasi yang gencar dilakukan bank kebanggan masyarakat NTT ini dibawah kepemimpinan Direktur Utama, Harry Alexnader Riwu Kaho.

Apresiasi itu datang dari KADIN NTT, Pakar Ekonomi, juga Otoritas Jasa Keuangan. Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) NTT, Ir. Abraham Paul Liyanto mengatakan, ada perubahan signifikan di Bank NTT baik dalam tata kelola organisasi, ekspansi bisnis dan juga inovasi dalam pelayanan. “Ini patut diberi apresiasi dan kita berharap agar Bank NTT menjadi lokomotif pembangunan ekonomi di NTT, karena Bank NTT berpusat di NTT dan mengelola dana masyarakat NTT,” sebut Paul Liyanto kepada wartawan di Kupang, akhir pekan lalu.

Senator atau anggota DPD RI asal NTT ini mengatakan, dengan sempurnanya direksi, kinerja yang ditunjukkan sudah cukup baik. “Dengan inovasi yang mereka lakukan saat ini, sangatlah tepat. Bagi saya, ini lokomotif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT karena tanpa dorongan, saya rasa dunia usaha pun akan susah untuk bangkit,” sebut Paul Liyanto.

Menurut dia, Bank NTT memiliki tim work yang hebat, dan sangat inovatif dan cekatan dalam mendesain strategi perbankan. “Bagi saya, ini karena kemampuan leadernya membangun tim work yang baik dan solid. Para direksi yang ada bekerjasama dengan para komisaris, semuanya mendukung. Saya melihat karakter Dirut Alex Riwu Kaho yang seorang pekerja keras, dia optimis, dia mampu membangun tim work untuk membawa Bank NTT menjadi bank devisa. Itulah yang bagi saya, bagaimana memanage lembaga finance yang besar, tidak bisa kita one man show. Mau pintar seperti apa, kalau mau kerja sendiri tanpa tim work, saya rasa agak sulit. Karena itu jika mau jujur, saya melihat ada perubahan yang sangat menyolok soal ukuran kinerja direksi,” sebut Paul Liyanto.

Ia menambahkan, jika dievaluasi, maka baginya, soal inovasi sejauh mana mereka melakukan penetrasi dan kemudian disambut publik. ”Salah satu, yang saya kagumi adalah kita melihat ada banyak dana CSR yang dipakai untuk menghadirkan kegiatan inovatif, seperti Festival Desa Binaan Bank NTT, ini menurut saya adalah inovasi cerdas Bank NTT. Belum lagi ada RAMAI SKALI dan beberapa lainnya. Dulu, dana CSR ini dipakai untuk dibagi-bagi. Namun sekarang, justru lain. Mereka ciptakan iven, dan menghadirkan banyak kegiatan melibatkan masyarakat. Dan ini bagus,” ujar Paul Liyanto.

Paul Liyanto juga memberikan apreiasi atas fokus kinerja Bank NTT kedepan tentang digitalisasi dan elektronifikasi. Baginya ini sangat bagus karena ini tidak sekedar trend dalam transaksi sekarang, melainkan sudah menjadi kebutuhan. “Saya melihat, industri finance akan banyak yang kolaps jika tidak memanfaatkan teknologi secara baik. Ada terobosan lain yang saya banggakan di Bank NTT adalah keberanian Bank NTT mengumumkan debitur bermasalah. Baginya ini upaya nyata untuk menekan NPL, dan juga bukti bahwa ada tanggungjawab yang dilaksanakan. Ini sangat professional,” katanya.

Menurut Pual, kinerja perbankan selalu dinilai oleh OJK, dan jika ada penagihan secara terbuka terhadap debitur nakal, maka ini sebuah keberanian yang harus diapresiasi. “Terobosan lain yang menurut saya harus terus ditingkatkan adalah adalah manajemnnya intens keliling daerah untuk menawarkan pinjaman daerah kepada para Pemda. Malah, banyak Pemda sudah menyatakan kesediaannya mengajukan pinjaman ke Bank NTT,” ujar dia.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi NTT, Dr. James Adam. Dikuitp dari Timex, ekonom yang terkenal kritis ini menegaskan bahwa Bank NTT adalah bank milik masyarakat NTT yang harus terus dikawal. Menurutnya, harus didukung, karena sejauh ini Bank NTT terkenal kretaif dalam mendesain program untuk pengumpulan dana masyarakat. Ada Gebyar NTT, kredit Merdeka dan sebagainya bahkan muncullah Festival Desa Binaan.

Dalam kaitan dengan pengumpulan dana masyarakat, sangat kuat. Makanya modal mereka berputar lebih cepat. Harus diakui, kreativitas dan inovasi bank ini sangat banyak dan hebat. Dia intens mengumpulkan dana masyarakat supaya memperkuat modalnya. Sehingga ini juga akan berimbas pada pertumbuhannya. Walaupun ada kredit macet yang jumlahnya sekian persen, namun di sisi lain, dia masih bisa melakukan ekspansi karena punya inovasi. Dan ini digarap maksimal,” sebut James Adam

Ia menambahkan, jika mau jujur melihat, Bank NTT sudah banyak berkontribusi dalam memajukan pembangunan di NTT. Dikatakan, kegiatan Festival Desa Binaan Bank NTT yang selain menggairahkan pertumbuhan ekonomi sector mikro, juga menciptakan satu destinasi baru dalam wisata. Karena ada history yang didesain secara digital, dan elektronifikasi dalam transaksi.

“Di sisi lain, Bank NTT juga mampu menyukseskan realisasi penggunaan anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN), dan kinerja ini diakui oleh regulator. Strategi lain, untuk pemulihan ekonomi dengan menggerakkan belanja daerah. Karena semua kepala daerah adalah pemegang saham Bank NTT sehingga otomatis, itu sangat baik karena ikut mendorong. Apalagi ada program pemberian kredit untuk pembangunan di daerah dari Bank NTT yang dikemas dalam program pinjaman daerah. Ini sangat bagus. Karena ini satu cara untuk ‘mengatasi’ yang macet-macet itu. Ada kekuatan secara internal untuk fungsi bank ini jalan. Bagi saya, ini cara tepat yang harus dilakukan oleh bank daerah agar tidak kalah dalam berkompetisi dengan bank nasional,” ujar James.

Tentang kinerja direksi saat ini, James Adam mengatakan, meski penilaian itu menjadi porsi OJK, namun secara kasat mata, ia melihat bahwa ada kemajuan signifikan. “Bahkan luar biasa gebrakan-gebrakan yang sudah dilakukan direksi. Sehingga mengacu pada kondisi yang ada, dia berharap agar semua pihak mendukung direksi untuk mengeksekusi mimpi-mimpi di depan,” ujarnya.

OJK: Wujudkan Modal Inti

Pesan menarik datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, tentang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk Tahun Buku 2020 (RUPS-TB 2020) yang baru saja digelar, Senin (26/4/2021). Kepala OJK NTT, Robert Sianipar mengaharpkan, RUPS Bank NTT bisa mendorong Bank NTT lebih berkembang di waktu-waktu mendatang terutama bagaimana menuju pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) Rp. 3 triliun.

Menurut Sianipar, kebutuhan mendesak saat ini bagi Bank NTT adalah bagaimana upaya pemenuhan modal inti Rp. 3 triliun pada tahun 2024 sebagaimana yang diwajibkan dalam POJK. “Jadi progres pemenuhan modal inti juga menjadi hal urgen dalam TUPS. OJK selalu mendorong bagaimana perbankan memenuhi tuntutan digitalisasi dan penerapan digitalisasi oleh Bank NTT guna mendorong perkembangan pelayanannya. Kalaupun ada catatan atau arahan dalam RUPS, itu harus dipahami sebagai upaya untuk mendorong BPD NTT lebih berkembang,” katanya.

Ia memberikan apresiasi terkait semangat manajemen untuk mewujudkan Tingkat Kesehatan Bank 2 (TKB 2) menuju Bank Divisa di tahun 2023 mendatang. “Harapan kami agar ini menjadi perhatian tersendiri dalam RUPS. Upaya-upaya menuju ke sana kami sudah pernah sampaikan terutama penerapan tata kelola dan management resikonya,” sebut Sianipar. (**)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]