Home / Budaya / Manek Termanu Vico Amalo Jadi Anggota Majelis Adat Kerajaan Nusantara Ke-49

Manek Termanu Vico Amalo Jadi Anggota Majelis Adat Kerajaan Nusantara Ke-49

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Termanu, seputar-ntt.com — Saat ini anggota Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) berjumlah 48 Orang, maka dengan dikukuhkannya Vico Amalo sebagai Manek Termanu, berhak untuk menjadi anggota yang ke-49.
Demikian sambutan Ketua Dewan Kehormatan MAKN, Ida Tjok Ngurah Jambe Pemerutan saat meresmikan Manek Vico Amalo sebagai anggota MAKN, di lapangan Batu Termanu, Jumat (6/12/2019).

Dikatakan Ida Tjok Ngurah yang juga Raja Denpasar IX bahwa seni budaya yang dimiliki Indonesia sangat indah, seperti pengukuhan Manek Termanu saat ini, yang sarat dengan peristiwa budaya berupa adat dan tradisi.
“Peristiwa-peristiwa budaya ini ada  di seluruh Nusantara, salah satunya seperti yang kita saksikan ini, penobatan Raja Nusak Termanu,” kata Ida Tjok Ngurah.

Pihaknya mengapresiasi kepada masyarakat Termanu untuk mengangkat  seorang raja, yang sangat konsen ingin melestarikan semua adat tradisi budaya disini.

“Kita sambut kemuliaan dan  kesejahteraan untuk Raja Termanu dan seluruh kerabat adatnya. Salam
hormat kepada permaisuri  yang mendampingi raja untuk bijaksana pula, sebijaknya masyarakat adat dan masyarakat Termanu,” tutur Ida Tjok.

Vicoas Amalo saat dikukuhkan menjadi Manek (Raja) Termanu, di Kecamatan Rote Tengah, Jumat (6/12/2019).

Vico Amalo dalam sekapur sirihnya usai dikukuhkan menjadi Manek (Raja) Termanu, di Kecamatan Rote Tengah, pada Jumat (6/12/2019) mengatakan Pemerintah dan Masyarakat Adat saling membutuhkan satu sama lain, Pemerintah juga butuh Masyarakat Adat,  tanpa Masyarakat Adat pemerimtah menjadi kosong dan sia-sia saja.

“Ketidakhadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, tidak menjadikan kita saling bermusuhan, tapi justru lebih mempererat hubungan kita,” jelas Vico Amalo.

Diakui Vico Amalo, ketidakhadiran Bupati, Wakil Bupati maupun Sekda Rote Ndao tidak perlu dipolitisir, karena Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) tidak bersentuhan dengan unsur-unsur politik, tapi murni tentang adat istiadat dan budaya.

“Kita bisa lihat kerajaan Bali, hari ini bicara bukan tentang pariwisata, tapi tentang adat istiadat dan budaya. Dan Rote di zaman modern ini tancapkan lagi adat istiadat,” papar Vico Amalo.
Bagi Vico Amalo, Tuhan mendengar permintaan umatnya, umat juga harus dengar Tuhan, sehingga Tuhan memateraikan umat disekitar Termanu

“Tuhan beri kedamaian dan berkat pada kita, saat kita rukun, Tuhan berikan berkat buat orang Termanu khususnya dan orang Rote daru ujung timur, utara sampai selatan akan diberkati semua,” kata Vico Amalo. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]