Home / Seputar NTT / LSM Indosterling Jakarta Sosialisasi Penghapusan KDRT di Manggarai Timur

LSM Indosterling Jakarta Sosialisasi Penghapusan KDRT di Manggarai Timur

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indosterling Jakarta mengadakan sosialisasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga tingkat Kabupaten Manggarai Timur. Kamis, (13 juni 2019).

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Manggarai Timur, seputar-ntt.com -Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan secara kualitas dan kuantitas dari tahun ke tahun. Penegakan hukum harus tegas, supaya ada efek jera terhadap para pelaku. Seperti halnya di Manggarai Timur kasus kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sebanyak 146 sepanjang tahun 2014 – 2018.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indosterling Jakarta mengadakan sosialisasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga tingkat Kabupaten Manggarai Timur. Kamis, (13 juni 2019). Kegitan tersebut berlangsung di lantai dua gedung Koperasi simpan pinjam Abdi (AMT) Manggarai Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, staf ahli Bupati Matim Drs. Hendrik Ganggur, Sekretaris Dinas P2KBP3A Matim Alexsander Kantar, dan pemateri dari Indosterling group Jakarta Ibu Serly Kartika.

Bupati Manggarai timur Agas Andreas, SH,M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan oleh staf ahli Bupati Drs. Hendrik Ganggur menjelaskan, munculnya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak akhir-akhir ini menujukan  bahwa perempuan dan anak masih rentan terhadap kekerasan yang terjadi bahkan hal itu menggambarkan sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Hendrik mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun sejak tahun 2014- 2018, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 146 kasus dengan rincian kekerasan fisik sebanyak 72 kasus, kekerasan psikis sebanyak 3 kasus, kekerasan seksual sebanyak 57 kasus, Penelantaran Dalam Rumah Tangga sebanyak 12 kasus dan trafficking sebanyak 2 kasus.

Baca Juga :  Manajemen Asset Daerah Provinsi NTT

Dari sejumlah kasus tersebut, lanjutnya, terdapat 22 kasus kekerasan terhadap anak dengan rincian kekerasan fisik sebanyak 2 kasus dan kekerasan seksual sebanyak 20 kasus.

Kata dia, dengan melihat data-data kasus tersebut jelas menggambarkan bahwa perlindungan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Manggarai Timur masih rendah dan hal ini sebagai warning bagi kita semua agar tidak lagi melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hendrik menjelaskan, upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak hendaknya menjadi tanggugjawab kita bersama karena perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, baik itu dibidang pemerintahan, politik, ekonomi, kesehatan, hukum dan lain-lain.

“Hal ini penting dilakukan mengingat akar permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah adanya ketimpangan dalam berbagai sektor baik
dilingkungan keluarga, masyarakat maupun ditempat-tempat kerja atau layanan umum lainnya”, katanya

Kata Hendrik, komitmen kita menjadikan Kabupaten Manggaral Timur sebagai Kabupaten yang ramah terhadap perempuan dan anak telah tergambar dalam visi pembangunan Kabupaten Manggarai Timur Periode 2019-2024. Visi itu yakni, Mewujudkan Masyarakat Manggarai Timur Yang Sejahtera, Berdaya, dan Berbudaya (Matim Seber).

Baca Juga :  Amankan Jumat Agung dan Paskah di Kupang, Polisi jaga 314 Gereja

Untuk mewujudkan hal tersebut, jelas Hendrik, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah menetapkan pelaksanaannya melalui Misi satu, yaitu membangun kualitas hidup manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, Kesehatan, pemberdayaan dan perlindungan perempuan, anak dan kaum disabilitas.

Hendrik menjelaskan, dengan dicantumkan dalam dokumen perencanaan, maka dipastikan selama lima tahun ke depan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur akan terus berupaya memberikan Jaminan perlindungan bagi perempuan dan anak dari tindak kekerasan melalui program dan kegiatan dari instansi terkait.

Untuk itu, kata Hendrik, dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja iklas dari kita semua. Kita semua adalah pemangku kepentingan dan pelaku penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Manggarai Timur.

“Oleh harena itu, marilah kita semua bersatu padu dan bekerja sama demi Manggarai Timur yang lebih baik. Kita padukan semua kekuatan kita dan berpartisipasi aktif dalam Mewujudkan Manggarai Timur yang Sejahtera, Berdaya dan Berbudaya”,ajak Hendrik. (Fidel)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]