Home / Seputar NTT / Lapas Labe Ruteng Over Kapasitas dan Minim Petugas Keamanan

Lapas Labe Ruteng Over Kapasitas dan Minim Petugas Keamanan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Ruteng, seputar-ntt.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lambe di Ruteng Manggarai, saat ini mngalami over kapasitas karna jumlah warga tahanan yang terus mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karna Lapas Labe harus menampung tahanan dari tiga kabupaten yakni Mangarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

Demikian disampaikan Kepala Lapas Labe Ruteng, Anthonius H.J Gilli kepada seputar-ntt.com, Kamis, (10/6/2016) diruang kerjanya.

“Kapasitas Lapas hanya untuk 150 orang, tapi saat ini mengalami over kapasitas seiring bertambahnya warga tahanan. Kita harus menampung tahanan dari tiga Kabupaten Yakni, Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini Lapas Labe, menampung 217 tahanan sementara kapasitas lapas hanya untuk 150 orang. Untuk itu Pihaknya berharap agar persoalan ini bisa mendapat perhatian segera dari pemerintah pusat.

“Kondisi ini sudah terjadi sebelum saya menjadi Kepala Lapas. Dalam Rapat koordinasi tingat wilayah NTT kami sudah sampaikan persoalan ini tapi belum ada titik terang untuk mengatasi persoalan tersebut,” ungkap Anthonius.

Untuk mengantispasi persolan over kapasitas yang dialami Lapas Labe, jelas Anthonius, pihaknya mengoptimalkan cuti bersyarat dan cuti menjelasng bebas serta pembebasan bersyarat. Dengan demikian maka jumlah tahanan yang menghuni Lapas bisa dikurangi. “Prinsipnya kita tidak menyalahi prosedur dan undang-undang yang berlaku,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Anthonius, Lapas Labe juga mengalami kekurangan petugas keamanan. Sesuai kondisi bangunan, mestunya dalam satu regu pengamanan terdiri dari 10 orang. Namun kenyataan yang terjadi selama ini, satu regu pengamanan hanya berjumlah tiga orang.

“Kondisi bangunan harus jadi pertimbangan dalam menentukan jumlah petugas pengamanan dalam satu regu. Penempatan petugas harus berdasarkan jumlah blok, pintu masuk pintu keluar dan jumlah warga tahanan,” jelasnya.

Antonius berharap, Kementerian Hukum dan HAM bisa mengatasi persoalan yang terjadi selama ini dengan penambahan blok untuk mengurangi over kapasitas dan penambahan petugas Lapas demi terciptanya pelayanan yang memuaskan bagi penghuni rutan. (kons hona)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]