Home / News Flash / Korban Dugaan Pelecehan Seks Oleh Kepala Bank NTT Larantuka Mengadu ke DPRD NTT

Korban Dugaan Pelecehan Seks Oleh Kepala Bank NTT Larantuka Mengadu ke DPRD NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Nasabah Bank NTT mengadukan kelakuan tak terpuji Kepala Cabang (Kancab) Bank NTT Larantuka, Yandri de Ornay yang mengajak untuk berhubungan seks bila ingin pengajuan kredit cepat mendapat persetujuan untuk dicairkan.
Demikian isi surat tiga ibu yang menjadi nasabah Bank NTT Larantuka yang ditujukkan kepada Direktur Utama Bank NTT dan copiannya diterima seputar-ntt.com, Kamis (13/11/2013).

Kristina Astri Tungary, salah satu dari tiga nasabah yang menjadi korban ajakan Kancab Bank NTT Larantuka, juga telah mengadukan kelakuan Kancab Bank NTT ke DPRD NTT. Pengaduannya diterima oleh Ketua Fraksi Gabungan, Jefri Un Banunaek dan anggota Fraksi Gerindra, Viktor Lerrik di Kupang, Kamis, 13 November.

Astri menjelaskan, peristiwa yang dialaminya terjadi pada Juni 2013 lalu ketika dirinya hendak mengajukan kredit ke Bank NTT Cabang Larantuka untuk menambah modal usaha. Proses awal berjalan lancar dan sudah diinformasikan bahwa kredit yang disetujui sebesar Rp750 juta. Namun dananya tidak segera dicairkan, karena terlebih dahulu harus bertemu dengan Kancab. Di saat bertemu itulah, Yandri sebagai Kancab melontarkan kata- kata tidak senonoh dan mengajak berhubungan seks.

Baca Juga :  Waspada, Kasus DBD di Kota Kupang Meningkat

Bahkan terkait jaminan kredit miliknya yang ada di Kupang, lanjut Astri, Kancab menawarkan jasa untuk sama- sama ke Kupang untuk melihat jaminan tersebut. Bahkan, Yandri menawarkan untuk nginap berduaan di hotel. “Tapi saya menolak dengan berbagai alasan. Saya minta biar pak Yandri pergi bersama suami saya saja,” katanya.

Ia menyampaikan, ketika dirinya ke kantor dan menemui Kancab untuk menanyakan kepastian pencairan kredidit, tapi Yandri kembali melontarkan, semuanya tergantung padanya (Astri). Beliau katakan, kredit itu gampang asal dirinya mengerti. Bahkan Yandri mengunci ruang kerjanya, di saat dirinya masih ada di dalam ruangan itu. Melihat gelagat dan bahasa yang dilontarkan tidak etis, dirinya SMS dengan suami untuk meneleponnya. Dengan menerima telepon dari suami itu, Astri bisa tinggalkan ruangan tersebut.

Karena ajakan Yandri tidak diladeni, hingga saat ini pengajuan kreditnya tidak dicairkan. Bahkan kecewa dengan kelakuan Yandri, Astri telah berpindah menjadi nasabah Bank BRI Cabang Larantuka. “Saya bersedia diminta keterangan, apabila diperlukan,” tegas Astri.
Ketua Fraksi Gabungan DPRD NTT, Jefri Un Banunaek menegaskan, perbuatan Kancab Bank NTT Larantuka harus ditindak. “Kami segera panggil direksi Bank NTT untuk menjelaskan persoalan yang dialami tiga nasabah terkait perlakuan Kancab Bank NTT Larantuka,” paparnya.

Baca Juga :  Jonas Salean : Demi Bendungan Kolhua, Saya Siap Cium Lutut Warga

Kancab Bank NTT Larantuka, Yandri de Ornay yang dihubungi melalui selularnya mengakui perbuatannya terhadap tiga nasabah dimaksud. Memang bahasa yang diucapkan sama seperti pengaduan tiga nasabah itu, tapi belum sempat berhubungan seks dengan mereka.
“Bahasanya saya ucapkan. Tapi karena saya ucapkan, jadi mereka bila pelecehan. Sama sekali, saya tidak melakukan hubungan,” kata Yandri.

Terhadap persoalan ini kata Yandri, pihaknya sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Prinsipnya, sudah urus damai dengan tiga nasabah tersebut.(joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]