Home / Kesehatan / Ketua DPRD Alor Kunjungi Pasien DBD

Ketua DPRD Alor Kunjungi Pasien DBD

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt .com – Ketua DPRD Alor Enny Anggrek, SH kunjungi pasien demam berdarah yang sementara dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalabahi, Jumat, 8/2/2020 siang.

Lawatan Ketua DPRD ini sebagai bentuk solidaritas terhadap keluarga, terkhusus penderita yang banyak didominasi anak-anak.

“Saya berdoa dan berharap semoga anak-anak kita ini bisa secepat pulih dan sembuh. Kepada pihak rumah sakit saya minta agar memberikan pelayanan yang optimal dan tuntas,” kata Enny.

Secara kelembagaan, pihaknya juga telah memanggil Kepala Dinas dan Direktur Rumah Sakit untuk bisa mengambil langkah antisipasi agar pasien-pasien yang sementara dirawat bisa mendapat penanganan cepat.

“Harap saya adalah koordinasi harus terus dibangun antara rumah sakit, pemerintah dan DPRD sehingga kendala apa yang terjadi bisa disampaikan dan diselesaikan bersama. Tujuannya agar wabah ini tidak meluas lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  RSUD Johanes Tetap Buka Saat Cuti Bersama

Dari laporan yang diterima, tambah Enny, jumlah pasien yang terjangkit DBD periode 1 Januari 2020 sampai saat ini sebanyak 120 orang.

“Jadi pasien yang sementara dirawat disini ada 33 orang, yang sudah dinyatakan sembuh 85 orang dan yang meninggal dunia ada 2 orang,” beber politisi PDIP ini.

Secara pribadi, Enny Anggrek dalam kunjungannya tidak lupa memberikan sedikit bantuan kepada 33 pasien yang sementara dalam perawatan di ruang VVIP.

“Ini bantuan pribadi saya. Ada susu, biskuit dan akua. Memang tak bernilai namun paling tidak bisa sedikit membantu keluarga dan anak-anak kita ini,” ucap Anggrek.

Sementara Kepala Humas RSUD Kalabahi Nova Nely Namo mengatakan, dari catatan ruman sakit, kasus DBD terbanyak baru terjadi pada tahun ini.

Baca Juga :  Kembali BNNP NTT Berhasil Giring Tersangka Narkoba Hingga Penjara

“Memang tahun ini terjadi peningkatan pasien DBD yanv sangat signifikan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Untuk penanganan sendiri menurutnya, sampai saat ini semua bisa diatasi dengan baik.

“Khusus penanganan di rumah sakit sendiri sudah mulai berkurang karena sudah bisa ditanggulangi di puskesmas-puskesmas. Kendalanya hanya di ruang perawatan saja sehingga ruang VVIP ini kita gunakan khusus untuk penanganan pasien DBD,” pungkas Nova. (*Pepenk).

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]