Home / Pariwisata / Ketua Dewan Juri Lomba Blog dan Vlog di Dinas Pariwisata Siap Kembalikan Honor

Ketua Dewan Juri Lomba Blog dan Vlog di Dinas Pariwisata Siap Kembalikan Honor

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kupang, seputar-ntt.com – Lomba Blog dan Vlog yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata NTT mendapat protes dan kritik keras baik oleh peserta lomba maupun masyarakat umum lewat media daring. Tak tanggung-tanggung ada yang membuat petisi untuk menolak hasil keputusan juri.

Polemik ini memantik Ketua Dewan Juri Lomba, Gideon Soai angkat bicara. Ia menegaskan, kesalahan bukan ada pada dinas Pariwisata NTT, karena, Dinas telah memberikan Kriteria penilaian namun, dewan juri mengabaikan hal tersebut dengan berbagai pertimbangan.

“Kalau mau disalahkan itu saya sebagai ketua, jangan salahkan Dispar,” Kata Gideon Selasa (11/12/2018) di dinas pariwisata NTT.

“Jika memang hasil keputusan dinilai tidak sesuai, Saya siap kembalikan honor juri,” tambah dia.

Baca Juga :  Kenali Pesona Indonesia Timur lewat Way2East

Gideon mengatakan, untuk penulisan blog pada era saat ini juga penempatan kalimat yang sederhana, foto-foto yang dipasang dalam tulisan. ”Sasaran kita adalah seluruh pembaca dari kalangan bawah sampai atas “ jelasnya.

Soai mengakui, kalau dia tidak mengetahui Gereja Katolik St. Antonius Pandua yang terletak di Sasi Kefamenanu adalah objek tulisan dari peraih juara 3 sudah Viral di dunia maya.”Saya benar-benar tidak tau,” kata dia.

Menurut dia ada 3 kriteria penilaian yang utama yakni, Menarik, informatif dan mudah dicerna oleh masyarakat awam.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu mengatakan, soal penjurian pihak dinas tidak mengintervensi karena dinas telah memberikan kepercayaan penuh.

Baca Juga :  113 Tenaga Asesor Lama Ikut Pelatihan Di Kupang

“Kami tidak mengintervensi juri, karena kami yakin mereka professional di bidangnya,” kata dia.

Dari informasi yang beredar, banyak yang mengkritisi penulisan dari Simon Nagitana.blogspot.com yang berhasil meraih juara 3. Namun, pertimbangan juri adalah penulis benar-benar merincikan mulai dari tembok sampai ke pintu.”dia terpirinci,” ungkapnya. (LN/jrg)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]