Home / Seputar NTT / Kearifan Lokal Sistem Pengobatan Tradisional Patah Tulang dan Persalinan Pada Masyarakat Atoin Meto

Kearifan Lokal Sistem Pengobatan Tradisional Patah Tulang dan Persalinan Pada Masyarakat Atoin Meto

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Ada kecenderungan secara global untuk memilih pengobatan tradisional.NTT (19,6% memiliki Yankestrad), 80,2% memilih menggunakan jenis Yankestrad berupa ketrampilan tanpa alat seperti pijat urut, pijat urut khusus ibu/bayi, pengobatan patah tulang dan refleksi dan 30,3% memilih menggunakan ramuan untuk mengobati penyakit yang diderita. Pengobatan Patah Tulang, Pertolongan Persalinan banyak pilih. Belum teruji mutu dan keamanan: metode/praktik, ramuan/obat, para pengobat, karena masih terbungkus kesan mistis dan magis.

Oleh karena dilakukan penelitian ini untuk menguraikan hal tersebut

MASALAH

  1. Bagaimana pemahaman masyarakat Atoin Meto tentang keadaan sakit dan sehat?
  2. Bagaimana cara mencari dan mengambil materi obat dalam praktik pengobatan penderita patah tulang dan pertolongan persalinan sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Atoin Meto?
  3. Bagaimana praktik pengobatan penderita patah tulang dan pertolongan persalinan sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Atoin Meto?
  4. Bagaimana cara memahami dan menempatkan bentuk-bentuk kearifan dalam sistem pengobatan penderita patah tulang dan pertolongan persalinan pada masyarakat Atoin Meto ini sebagai sistem pengobatan alternatif yang siap diuji kemanan, mutu dan manfaatnya secara medis?

KESIMPULAN

  1. Pemahaman tentang sakit dan sehat; sakit sesuatu yang buruk, yang batuk rupa. Sehat: sesuatu yang baik, yang sejuk/dingin.
  2. Cara mencari dan mengambil obat: sesuatu tradisi, metode potong vertikal dari bawah ke atas, tidak boleh ditutupi bayangan, dengan beberapa doa tradisional. Nilai kearifan lokalnya: konservasi tanaman, penghargaan terhadap tanaman dan penghormatan terhadap leluhur serta Tuhan Pencipta.
  3. Praktik Pengobatan: metode rawat jalan dan rawat inap, pengucapan, sembur dan konsumsi ramuan, doa leluhur dan Tuhan. Nilai kearifan lokal: Penghargaan terhadap kemanusiaan, penghormatan terhadap leluhur dan Tuhan Pencipta.

Cara memahami:

Kategori noumenal-transendental dalam tradisi Kantoran:

Pengobatan tradisional merupakan bentuk relasi yang saling menghormati antara:

  1. a) Manusia dengan alam (potong-potong vertikal dari bawah ke atas: tanda penghargaan).
  2. b) Manusia dengan sesama dan dirinya (doa kepada leluhur)
  3. c) Manusia dengan Tuhan pencipta(doa dan ritual kepada Tuhan Pencipta)

Kategori Diltheinian:

Unsur mistis/magis dalam pengobatan tradisional dapat dipahami dalam relasi oposit binary sesuai pemahaman masyarakat Atoin Meto:

  1. Terang-Gelap; mengapa bayangan tidak boleh sentuh pohon, karena: terang baik untuk kehidupan, gelap tidak.
  2. Laki-laki-Perempuan; mengapa perempuan tidak boleh masuk ruang urut, karena lelaki berhubungan pekerjaan kasar, perempuan halus.
  3. Panas-Dingin: mengapa perlu ritual pasca pengobatan atau ‘pelepasan panas’ karena panas tidak cocok untuk kehidupan, dingin cocok.

IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

  1. Berkenaan dengan pemahaman tentang sakit dan sehat:
  2. a) Perlombaan/pemilihan/kontes lingkungan sehat/bersih antar RT/RW perlu digiatkan kembali
  3. b) Para pelaku/penggiat/praktisi kebersihan di tingkat lingkup, RT/RW perlu diapresiasi dengan pemberian penghargaan
  4. c) Perlu pembangunan tempat-tempat sampah, MCK yang layak, pengadaan sarana air bersih di tingkat lingkungan, RT/RW.
  5. Berkenaan dengan cara mengambil, menemukan dan bentuk-bentuk kearifan lokal
  6. a) Bentuk-bentuk kearifan lokal yang ditemukan dapat digunakan sebagai bentuk/pola pemanfaatan tanaman-tanaman lain yang berkhasiat sebagai obat
  7. b) Pengetahuan dan tindakan arif yang bernilai tersebut perlu dipertahankan untuk menjaga kelestarian tanaman dari berbagai tindakan kontra-konservasi untuk berbagai keperluan seperti perumahan, industri dan sebagainya
  8. c) Perlu ada usaha untuk menginventarisir tanaman obat tradisional beserta unsur budaya yang ada di dalamnya secara menyeluruh dan terpadu dengan melibatkan berbagai perspektif ilmu

 

  1. Berkenaan dengan praktik pengobatan dan kearifan lokal nya:
  2. a) Perlu ada penghargaan terhadap nilai kemanusiaan terhadap sebagai pengingat pada sistem pengobatan modern yang mulai cenderung ekonomis dari pada humanis dengan melonggarkan ikatan sumpah setia tenaga medis
  3. b) Perlu ada upaya inventarisir terhadap para pengobat/penolong persalinan dengan metode pengobatannya
  4. c) Perlu ada lembaga yang secara khusus menghimpun, mendampingi, melatih dan mensertifikasi para pelaku/praktis/dukun dalam sistem pengobatan patah tulang dan Pertolongan Persalinan.
  5. d) Perlu ada kegiatan-kegiatan peninjauan, sosialisasi dan pelatihan dari rumah ke rumah (door to door) kepada para pengobat tradisional patah tulang dan penolong persalinan tentang mutu dan keamanan pengobatan tradisional oleh Dinas Kesehatan dan lembaga terkait lainnya
  6. e) Sebagai salah satu bentuk kekayaan budaya, perlu kiranya ada pameran-pameran atau pagelaran pengobatan tradisional patah tulang oleh Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian Perdagangan untuk memperkenalkan budaya pengobatan ini kepada masyarakat luas, agar lebih dikenal luas, terbuka terhadap dunia pengobatan modern.
  7. f) Perlu adanya suatu ivent/moment pemberian penghargaan semacam award secara berkala oleh Dinas Kesehatan kepada para pengobat tradisional patah tulang dan penolong persalinan atas jasa mereka dalam usaha peningkatan kesehatan masyarakat
  8. Berkenaan dengan cara memahami sistem pengobatan tradisional:

Perlu ada tindakan pengujian mutu dan keamanan sistem pengobatan tradisional patah tulang dan pertolongan persalinan sebelum dan setelah melahirkan, secara bertahap dan berkelanjutan. (advertorial/balitbangdantt)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]