Home / Seputar NTT / Judi Kupon Putih Kian Marak Di Alor

Judi Kupon Putih Kian Marak Di Alor

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt.com – Salah satu Penyakit masyarakat adalah Perjudian. Dan Judi Kupon Putih (KP) kian marak di Negeri Seribu Moko Kabupaten Alor. Padahal judi KP  yang dilarang oleh agama dan pemerintah tersebut sudah berulang-ulang dilakukan razia oleh pihak kepolisian, namun sampai saat ini judi KP tersebut  makin melebar hingga masuk dalam pasar-pasar.

Dari berbagai sumber yang di himpun media di salah satu pasar di Kelurahan Kalabahi Timur mengungkapkan, di dalam pasar ini ada sekitar 5-10 pengecer yang menjual KP. “

“Kita mau bilang jual sembunyi-sembunyi juga tidak,  faktanya mereka biasa jual secara terbuka. Coba kakak masuk dalam pasar ko lihat sendiri,” kata salah satu pedagang sembako di Pasar Kadelang yang tidak mau disebutkan namanya.

Tim media pun bergegas masuk dalam pasar, dan hasil  pantauan, memang benar ada pedagang , selain berjualan barang dagangannya, dia juga menjual KP.

Ada  beberapa potongan kertas berukuran kecil sengaja disimpan diatas jualan untuk menulis angka-angka ketika para pembeli datang. Selain potongan kertas, ada juga kertas ramalan.

Penjulan mulai ramai sekitar pukul 15.00 Wita hingga menjelang malam.

Menurut mereka ada beberapa bandar dari negara-negara sahabat yang memutar angka angka tersebut. Ada yang ikut putaran angkanya  pada  jam 7 malam,  ada juga yang ikut di putaran tengah malam.

Ketika didekati penjual tersebut, dia mengatakan, dirinya hanya menjual setelah itu di setor pada orang lain. Dari hasil penjulan tersebut, ia mendapat premi dari satu kupon yang di jual.

Setelah menjual, ada orang yang datang mengambil hasil  penjulan beserta uangnya. Ketika di tanya setor kemana, penjual itu mengatakan tidak pernah tau dan tidak pernah dengar namanya.

“Namun jika ada angka yang lolos, petugas akan antar uang,” terang penjual tersebut.

lanjut penjual yang mengaku sudah lama berjulan sembako dalam pasar itu mengatakan, selain dirinya ada juga beberapa teman yang jual barang haram tersebut.

“Ya kita cuma cari tambahan premi dari penjulan kupon itu,” ujarnya lagi.

Sementara itu, dari lain yang diperoleh media sumber mengatakan, ada beberapa agen yang biasa melakukan rekapan KP dintaranya ada agen di Tingkat Satu dan  juga di depan Pasar Terbakar di pertokoan.

“Ini judi selalu di razia oleh Polisi, tetapi setelah itu satu minggu istrahat, mulai jual lagi. Selain judi, praktek-praktek prostitusi juga makin banyak di Alor Om,” kata sumber itu pada media.

Menurutnya, penyakit masyarakat ini bisa ditiadakan jika semua elemen bekerja dengan serius untuk menanganinya.

“Kadang ada yang menang dengan nilai besar tetapi bandar tidak bayar dengan alasan lupa rekap. Kalau dengan nilai kecil biasa bandar bayar. Mau lapor Polisi, ini pekerjaan haram, dan bisa-bisa semua di tahan jadi biarkan saja. Akibatnya dari judi ini ada rumah tangga yang hancur,” tutup sumber yang di temui di Terminal Pasar Kadelang itu beberapa waktu yang lalu. (*YB/Tim).

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]