Home / Seputar NTT / Jonas Salean Tak Hadir Saat Pelantikan Jefry Riwu Kore dan Herman Man

Jonas Salean Tak Hadir Saat Pelantikan Jefry Riwu Kore dan Herman Man

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Pelantikan pasangan Jefry Riwu Kore dan Herman Man sebagai Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2017-2022 di aula El Tari Kupang, Selasa, (22/82017) tidak dihadiri oleh mantan Walikota Kupang Jonas Salean. Hingga uaca selesai hanya ada Mantan Walikota Kupang Daniel Adoe bersama istri yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Pelantikan Jefry dan Herman dihadiri oleh anggota DPR RI, DPRD Provinsi  hingga DPRD Kota Kupang. Nampak juga sejumlah Bupati  yang turut hadir. Yang menarik, ada Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie yang juga petinggi Partai Demokrat, Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin serta Kapolda NTT dan Kajati NTT.

Gubernur Nusa Tengara Timur (NTT) Frans Lebu Raya berpesan kepada Waikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2017-20122 untuk menjadi pemimpin bagi semua masyarakat Kota. Pemimpin kata Lebu Raya harus adil bagi semua rakyat tanpa melihat perbedaan saat perhelatan Pilkada.

“Ketika saudara berdua telah dilantik maka saudara adalah pemimpin bagi semua warga Kota Kupang, bukan pemimpin milik tim sukses atau pendukung saat Pilkada lalu. Saudara berdua adalahpemimpin untuk semua warga kota. Pemimpin harus adil bagi semua warganya” ujar Lebu Raya.

Baca Juga :  Meneropong Langkah Melki Laka Lena Menuju Pilgub NTT

Lebu Raya mengatakan, tidak bisa dipungikiri bahwa dengan Pilkada langsung seperti sat ini, maka polarisasi dan pengkotak-kotakan ditengah masyarakat saat mendukung kandidat tertentu. Hal itu kata Lebu Raya tidak boleh dibiarkan sebab pemimpin membutuhkan dukungan semua warga untuk suksesnya pembangunan.

“Jangan biarkan luka saat Pilkada terus terjadi. Himpun kebali mereka yang tercecer dan terpecah-belah saat Pilkada. Tanpa dukungan dari semua warga maka seorang pemimpin tidak akan sukses dalam membangun,” lanjut Ketua PDIP NT ini.

Dia juga meminta Walikota dan Wakil Walikota untuk membangun koneksi yang harmonis dengan Pemerintah Provinsi dalam semua aspek pembangunan. Pasalnya, Kota Kupang adalah ibu kota Provisni NTT sekaligus sebagai barometer pembangunan.

“Mari bersiregi dalam membangun sebab Kota Kupang adalah ibu kota Provinsi NTT. Bangun koneksi dalam pembangunan dan kerjasama dengan Lembaga DPR harus tetap terpelihara sehingga roda pebangunan tidak tersendat,” kata Gubernur dua periode itu.

Baca Juga :  Rumah Pangan Sasando Harus Sediakan Olahan Marungga

Lebu Raya mengatakan, saat ini geliat pembangunan di Kota Kupang sedang melaju kencang. Untuk itu Pemerintah Kota tidak boleh menghambat ketia ada investor yang ini menanamkan investsinya di Kota Kupang. Sebagai ibu kota provinsi mobilitas penduduk juga sangat tinggi sehingga perlu ditunjang dengan berbagai infrastruktur.

“Jangan lupa bahwa Kota Kupang adalah kota yang ramah, Kota yang penuh dengan tolenrasni dan selalu merawat keberagaman. Mari pertahankan itu semua supaya kita bisa membangun dengan baik dan bisa meninggalkan sejarah yang bagik bagi generasi penerus,” ungkap Lebu Raya.

Sementara Walikota Kupang Jefry Riwu Kore, dalm sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menjaga situasi yang kondusif selama masa Pilkada. Dia juga meminta dukungan semua pihak untuk mendukung dirinya dan Wakil walikota dalam membangun dan menata Kota kedepan.

“Terimakasih buat semua atas dukungan dan doa. Mari kita bersama-sama membangun kota yang kita cintai ini dalam semangat persaudaraan,” kata Riwu Kore. (joey rihi ga)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]