Home / Ekonomi Bisnis / Iuran Kebersihan Pasar Dinilai Bebani Pedagang Kecil

Iuran Kebersihan Pasar Dinilai Bebani Pedagang Kecil

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

KUPANG – Iuan pelayanan kebersihan pasar yang ditetapkan oleh PD Pasar Kota Kupang dinilai membebani pedagang kecil yang mengadu nasib di pasar. Pasalnya kenaikan iuran kebersihan ini melonjak drastis dari sebelumnya hanya Rp 5000 perpulan kini menjadi Rp 30.000 setiap bulannya.

“Mungkin bagi orang lain, nilainya tidak seberapa, tapi bagi kami pedagang kecil, iuran kebersihan itu cukup membebani hidup kami yang pas-pasan,” kata Alays Ropa Lede, salah satu pedagang di Pasar Kasih Naikoten Kupang kepada Media NTT, Kamis (/10/2015).

Dia menjelaskan awalnya iuran kebersihan pasar hanya sebesar Rp 5000 setiap bulan. Namun saat ini iuran kebersihan ditagih setiap hari sebesar Rp 1000 untuk satu pedagang. Jika dikalikan dengan jumlah hari dalam sebulan maka pedagang harus membayar Rp 30.000.

Baca Juga :  Terkait Izin Usaha, PKGD Layangkan Gugatan Kepada Kadis PM-PTSP

“Kami minta Pemerintah Kota memperhatikan keluhan kami masyarakat kecil. Saat ini semua barang naik dan kami dibebani lagi dengan iuran kebersihan seperti ini, kami rasa berat,” ungkapnya.

Dia berharap, iuran kebersihan bisa diturunkan menjadi Rp 10.000 perbulan dengan ketentuan, sampah yang ada di dalam pasar tidak boleh terlambat diangkut oleh petugas. “Kami mita Pak Walikota kasih turun dan sampah harus diangkut tiap hari,” harapnya.

Sementara Adi Lay, pedagang lainnya mengatakan, iuran kebersihan pasar yang dikelola harus bisa dimanfaatkan secara baik bagi kebersihan pasar. Pasalnya jumlah pedagang yang berjualan di pasar bisa mencapai ribuan orang.

Walaupun mengaku berat, namun Adi berharap agar besaran iuran yang dikenakan kepada pedagang harus memberi imbas bagi kebersihan pasar. Soalnya, selama ini, banyak keluhan tentang kebersihan pasar yang ada di Kota Kupang.

Baca Juga :  NTT bukan daerah sentral beras

“Coba lihat kondisi pasar yang ada di Kupang, apakah itu di Naikoten, Oebobo maupun Oeba, sama saja. Kebersihannya tidak terjaga, padahal kami bayar iuran tiap bulan. Kalau sekarang bayar tiap hari, jadi sampah juga harus diperhatian setiap hari. Jangan hanya rajin pungut iuran saja,” tandasnya.

Manajemen PD Pasar Kota Kupang yang hendak dikonfirmasi tidak mau berkomentar dengan alasan Direktur PD Pasar sedang tidak berada ditempat. “Pak Direktur tidak berada di Kantor, kami tidak bisa memberi keterangan,” ungkap salah satu petugas. (joe)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]