Home / Ekonomi Bisnis / Industri Pakan Ternak Dorong Pertumbuhan Ekonomi NTT

Industri Pakan Ternak Dorong Pertumbuhan Ekonomi NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kupang, seputar-ntt.com–Selain mengatasi persoalan terkait inflasi, kehadiran industri pakan ternak di Provinsi NTT juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kearah lebih baik lagi.

Manager Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan pada Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, Andre Paulus Asa mengungkapkan hal tersebut pada kegiatan Ngopi Bareng Media dengan OJK dan BI di kantor OJK Provinsi NTT, Senin (22/4/2019).

Dikatakan Andre, salah satu pemicu tingginya inflasi yakni harga ayam, dimana untuk Provinsi NTT cukup tinggi yakni bisa mencapai Rp 64.350/ekor.
“Harga di NTT selain cukup tinggi, hitungannya pun berbeda. Kalau di wilayah lain hitung perkilogram, tapi di NTT perekor,” tandas Andre.

Harga tersebut, ujar Andre, menjadi perhatian serius BI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, sehingga dalam berbagai kesempatan selalu berkoordinasi untuk menyikapi hal ini, salah satunya dengan mendorong dibangunnya industri pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan makanannya.

Baca Juga :  OJK Sebut Aset Perbankan di NTT Capai Angka 36,19 Triliun

“Pakan ternak yang dibutuhkan mencapai 60 Persen, sehingga otomatis disalurkan oleh pemasok dari luar. Sehingga petani kita tugasnya hanya menjaga aset dari perusahaan, tidak dapat menjual sendiri ternaknya,” jelas Andre.

Maka dengan dibangunnya industri pakan ternak nanti, aku Andre, minimal akan muncul petani-petani baru, sehingga harga bisa dijaga.

“Sebenarnya NTT punya peluang yang sangat baik, karena komposisi dari pakan ternak itu 60 Persen adalah jagung, dan jagung sudah merupakan tanaman dari petani NTT. Untuk itu kita dorong,” papar Andre.

Disamping itu, lanjut Andre, dengan adanya industri pakan ternak akan menjadi motivasi bagi petani, karena kalau tidak ada industri pakan ternak petani menanam hanya untuk persiapan konsumsi sendiri saja, tidak bisa produksi lebih.

Baca Juga :  Finding Dory, Sajian Berbahan Ikan Waroenk yang Bergizi

Menurut Andre, di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) perkembangan industri pakan ternak sudah luar biasa, begitu juga dengan. Provinsi Banten sudah beroperasi selama 12 tahun, dengan menyediakan jagung sebanyak 5 Ton/Jam, sehingga butuh ketersediaan jagung cukup banyak.

“Pemenuhan kebutuhan akan ayam di Provinsi NTT baru 40 Persen, sedangkan telur hanya 1 Persen, sehingga ini merupakan pasar yang sangat bagus, dan juga dengan adanya industri pakan ternak kita bisa mendorong kerjasama Selatan Selatan sesuai arahan Gubernur NTT, salah satunya dengan Negara Timor Leste yang saat ini kebutuhan 80 Persen daging ayam ras didatangkan dari Brazil,” tambah Andre. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]