Home / Seputar NTT / Hanya Nomleni dan Nae Soi Yang Hadiri Pleno Penetapan Gub-Wagub NTT

Hanya Nomleni dan Nae Soi Yang Hadiri Pleno Penetapan Gub-Wagub NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kupang, seputar-ntt.com—Dari empat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, tampak hanya Emmy Nomleni dan Yosef Adrianus Nai Soi yang menghadiri acara Pleno Terbuka Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.

Emy Nomleni merupakan Calon Wakil Gubernur NTT nomor urut dua, sedangkan Yosef Adrianus Nai Soi adalah Wakil Gubernur Terpilih, mendampingi Victor Bungtilu Laiskodat.

Ketika hal ini ditanyakan usai acara Pleno Terbuka Penetapan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Terpilih oleh KPU Provinsi NTT di Hotel Swiss Belinn Kristal Kupang, Selasa (24/7), Yosef Nai Soi mengaku tidak mengetahui alasan Paslon lain tidak hadir pada acara tersebut.

“Saya tidak tahu alasan mereka tidak hadir, semua punya kesibukan masing-masing. Apalagi saya dengar teman-teman yang belum berhasil kemarin, mereka mendaftar sebagai Caleg mungkin masih urus berkas caleg,” tegas Yosef Nai Soi.

Sedangkan ketidakhadiran Calon Gubernur NTT Terpilih, Victor Laiskodat, menurut Yosef Naisoi saat ini sedang berada di Jakarta, untuk menghadiri rapat dengan Bappenas untuk kepentingan NTT.

Diakui Yosef Nai Soi, antara dirinya dengan Victor Laiskodat tidak menggunakan nomenklatur Gubernur dan Wakil Gubernur, tapi Gubernur I dan Gubernur II sesuai kesepakatan dalam Visi dan Misi. “Victor dan Yosef adalah Dwitunggal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Malam ini, Pemuda Klasis Kota Kupang Gelar Jalan Salib Semalam Suntuk di Tamnos

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi NTT, Maryanti Luturmas dalam sambutannya mengatakan, hari ini adalah hari ke-15 sejak KPU Provinsi NTT melakukan Rapat Pleno Terbuka Reklapitulasi Hasil Perolehan suara, dan waktu yang diberikan selama tiga hari untuk pengajuan perselisihan hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

“Dalam pemberitahuan dari MK RI ternyata tidak ada pengajuan perselisihan hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Maka berdasarkan Pasal 52 Ayat 5 Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2018 bahwa penetapan paslon terpilih dilakukan paling lama satu hari setelah MK melakukan registrasi perkara perselisihan hasil pemilihan dalam buku registrasi MK,” ujar Tanti Adoe sapaan akrabnya.

Diakui Tanti Adoe, Registrasi dilakukan oleh MK pada Senin (23/7/2018), oleh karena itu paling lambat Selasa (24/7/2018) KPU Provinsi NTT harus melakukan rapat pleno terbuka penetapan paslon terpilih.

“Untuk itu saya mohon maaf dengan persiapan yang sangat terbatas, dengan waktu yang sangat singkat, ditambah lagi KPU NTT saat ini sedang menerima syarat calon dan syarat dukungan dari balon anggota DPD, hari ini terakhir yang akan berakhir pukul 24.00 Wita,” kata Tanti Adoe.

Baca Juga :  Peduli Kebersihan Kota, Kawan Awang Sumbang Bak Sampah

Pada kesempatan ini, jelas Tanti Adoe, pihaknya ingin sedikit mengulang hasil pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara yang telah ditetapkan oleh KPU NTT pada 9 Juli 2018, bahwa Paslon nomor urut 1 atas nama Esthon Foenay dan Christian Rotok memperoleh 469.025 suara sah atau 19,92 Persen, Paslon nomor urut 2 atas nama Marianus Sae dan Emy Nomleni mengantongi 603.822 suara sah atau 25,64 Persen, Paslon nomor urut 3 Benny K Harman dan Benny Litelnoni memperoleh 443.796 suara sah atau 18,85 Persen, dan Paslon nomor Urut 4 atas nama Victor Bungtilu Laiskodat dan Yosef Adrianus Naisoi memperoleh 838.213 suara sah atau 35,60 Persen.

“Partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 74,06 Persen, masih dibawah target nasional yakni 77, 5 Persen,” pungkas Tanti Adoe. (ira)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]