Home / Seputar NTT / GM Pelindo III Kalabahi : Pasokan Sembako Dari Luar Pulau Masih Berjalan Lancar

GM Pelindo III Kalabahi : Pasokan Sembako Dari Luar Pulau Masih Berjalan Lancar

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt.com – General Manager (GM) Pelindo III Kalabahi, Hina Pirandawa menyebut, pasokan sembako dari luar pulau khususnya Surabaya – Alor untuk sementara waktu masih berjalan lancar ditengah hantaman wabah covid-19. Hal ini disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (4/2/2021) pagi.

“Sedikit kendala yang dihadapi hanya faktor cuaca pada bulan-bulan seperti ini. Banyak kapal yang masih di Surabaya karena belum dikasi izin berlayar,” ujar Pirandawa.

Menurutnya, penurunan drastis justru terjadi pada penumpang kapal penyeberangan antar pulau.

“Penumpang kapal Pelni biasanya 200 sampai 300 orang, hampir berimbang antara yang turun dan yang hendak berangkat. Namun saat ini paling banyak penumpang turun itu 30 sampai 40, yang berangkat paling 10 sampai 15 orang,” ungkapnya.

Kendati transportasi barang lancar, ia menyampaikan jika pihaknya bekerjasama dengan Kantor Kesehatan untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penyebaran wabah covid-19 di wilayah pelabuhan Kalabahi.

“Setiap kapal yang mau bersandar di pelabuhan, tim kesehatan akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Nanti kalau sudah dipastikan semua yang dikapal sehat baru diperbolehkan bersandar,” kata pria Sumba Timur ini.

Untuk semakin memperlancar proses bongkar muat peti kemas di pelabuhan kalabahi, Hina Pirandawa mengatakan jika ia telah meminta alat di Mentari Multi Moda, sebuah perusahan yang baru masuk di Alor.

“Alat yang digunakan saat ini masih layak digunakan namun produksinya kurang. Kalau produksinya kurang berarti banyak kapal yang stay di dermaga,” ucapnya.

Ia pun menjelaskan, dengan alat baru bongkar muat peti kemas yang sedianya mulai dioperasikan Sabtu (6/2/2021) ini akan mampu mengangkat 15 box per jam.

“Kalau yang sementara ada ini paling 7 atau 8 box saja per satu jam. Semoga dengan alat ini juga kapal jadi tidak lama di dermaga, tidak ada antrian kapal lagi dan transportasi pun semakin lancar setiap bulannya,” tutup Hina Pirandawa. (*Pepenk).

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]