Home / Seputar NTT / Gadis Cacat Mental di Alor Diduga Jadi Korban Pencabulan

Gadis Cacat Mental di Alor Diduga Jadi Korban Pencabulan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt.com – Seorang gadis cacat mental berinisial NDB (15), diduga jadi korban pencabulan di Kalondama Barat Kecamatan Pantar Barat Laut Kabupaten Alor Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Alor Iptu. Yohanis Wila Mira, S.Sos saat dikonfirmasi media, Rabu, 16/1/2020 pagi.

“Iya memang benar. Kasusnya sementara ditangani unit PPA. Tersangkanya sudah kami amankan dan sementara ditahanan Polres Alor,” kata Wila Mira.

Menurutnya, korban juga tercatat sebagai siswa kelas 1 di SMP Negeri Satap Mobobaa. Sementara pelakunya berinisial YP alias Power (40).

“Kasus ini dilaporkan sendiri oleh keluarga korban (Mama kecil),” ujar Kasat Reskrim.

Wila Mira pun membeberkan, sejak awal bulan Juni sampai dengan awal bulan Agustus 2019 terjadi persetubuhan dilakukan sebanyak 9 kali secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Relawan Muda Melki Laka Lena di Daratan Sumba Terbentuk

“Dikebun milik Mesak Malelang sebanyak 1 kali, terjadi pukul 17.00 Wita. Di sekolah SMP Negeri Satap Mobobaa sebanyak 4 kali, sekitar pukul 20.00 Wita dan 4 kali di kebun Gereja Imanuel sekitar pukul 17.00 Wita,” rincinya.

Kasat Reskrim Wila Mira menjelaskan, kasus ini bermula karena pelaku sering bertemu dengan korban di kampung Mobobaa Desa Kalondama Barat.

“Tersangka lalu menjanjikan untuk memberikan uang Rp. 20. 000 sebagai uang jajan. Korban tergiur, pelaku lalu meminta untuk bersetubuh. Setelah bersetubuh, pelaku lalu memberikan uang,” beber Yohanis.

Akibat persetubuhan tersebut, lanjut Pria asal Sabu Raijua ini, korban hamil 5 bulan dan usia kehamilannya 5 bulan berjalan.

“Jadi itu, mama kecil korban curiga dengan perubahan fisik si korban yang seperti orang hamil. Setelah ditanya, korban mengaku hamil karena disetubuhi YP sebanyak 9 kali,” pungkas Iptu. Yohanis Mila Mira, S.Sos.

Baca Juga :  Sejumlah Pejabat Di Kabupaten Kupang Segera Dinonjobkan

Atas tindakannya ini, pelaku YP dijerat dengan Pasal 81 Ayat 2 Jo Pasal 81 Ayat 1 Unang-Undang Perlindungan Anak, Jo Pasal 65 Ayat 1 Kuhpidana dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal tahun penjara. (*Pepenk).

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]