Home / News Flash / Empat Warga Kota Kupang Meninggal Akibat DBD

Empat Warga Kota Kupang Meninggal Akibat DBD

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kupang, seseputar-ntt.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang, tak boleh dianggap remeh. Pasalnya, sepanjang tahun 2018, Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat ada 206 kasus DBD dan empat orang meninggal akibat penyakit ini.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit(P2) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi yang diwawancarai, Sabtu (29/12/2018) mengatakan, kasus DBD yang terjadi di Kota Kupang, secara data disepanjang 2018, mencatat  pada  Bulan Januari sebanyak 66 kasus dan satu  orang meninggal, Bulan Februari sebanyak 53 kasus, Bulan Maret sebanyak 20 kasus dan satu orang meninggal, dan pada Bulan April sebanyak 6 kasus dan yang ada satu orang meninggal.

Sementara pada Bulan Mei, lanjut Sri  terjadi 10 kasus, Bulan Juni sebanyak 3 kasus, Bulan Juli 2 kasus, Bulan  Agustus 3 kasus, Bulan September 3 kasus, dan Bulan Oktober sebanyak 6 kasus.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Imlek Di Pulau Timor Lewat Naga Atoin Meto

Sedangkan pada Bulan November, tambah Sri terdapat sebanyak 12 kasus dan di Bulan Desember sebanyak 22 kasus dan satu orang meninggal.

Menurut Sri, dari data DBD sepanjang 2018 secara total keseluruhan terdapat sebanyak 206 kasus, dan total yang meninggal sebanyak 4 orang.

“Jumlah kasus DBD ini jika dilihat dari persentase orang yang meninggal di antara orang yang mengalami suatu penyakit atau dengan istilah CFR di tahun 2017 yakni 2,2 persen dan di tahun 2018  yani 1,9 persen,” kata Sri.

Oleh Karena, Sri mengingatkan warga Kota Kupqng untuk terus menggalakkan gerakan 3M (menutup, menguras dan mengubur), apalagi memasuki musim penghujan seperti saat  ini.

Baca Juga :  Teny Medah : Hentikan Pembangunan Pasar Ikan di Nunhila

Jika tidak berhati-hati menjaga kebersihan lingkungan, perkembangan jentik nyamuk tidak bisa dibendung lagi.

“Kami terus memberikan himbauan kepada warga untuk tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, dan juga kami juga melakukan foging pada wilayah yang sesuai hasil indentifikasi  perlu ada tindakan  foging seperti yang sudah dilakukan di Kelurahan  Lasiana oleh pihak kelurahan bersama Puskemas,” tutur Sri. (riflan)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]