Home / News Flash / Dua Tahun Pimpin Kota, Jeriko Masih Fokus Urus Air Bersih dan Sampah

Dua Tahun Pimpin Kota, Jeriko Masih Fokus Urus Air Bersih dan Sampah

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

 

Kupang, seputar-ntt. com – Tepat tanggal 22 Agustus 2019, pasangan Jefri Riwu Kore dan Hemanus Man sudah dua tahun memimpin Kota Kupang sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Walaupun sejumlah program telah dilaksanakan namun Jefri Riwu Kore mengatakan masih fokus terhadap dua hal urgen yakni air bersih dan sampah.

“Sudah menjadi komitmen kami sejak awal untuk memenuhi kebutuhan air warga kota. Dengan berbagai keterbatasan sumber mata air kami tetap jalin komunikasi dengan Pemkab Kupang supaya beberapa titik mata air bisa kami kelola. Selain persoalan air yag tetap menjafi fokus kami, masalah lain yang juga mendapat perhatian kami adalah soal sampah,” tegas Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat jumpa pers kegiatan festival “Ayo Berubah”, Rabu, (31/72019) di Balai Kota.

Baca Juga :  Lurah Fatululi Minta Para RT/RW Waspadai Gerakan Radikal

Jefri Riwu Kore menjelaskan, sebelum pihaknya melakukan kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Kupang, ketersediaan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hanya sebesar 85-90 liter per detik. Setelah adanya kerjasama kemampuan ketersediaan air bersih tercukupi sebesar 140 liter/detik. Sementara kebutuhan air bersih waga kota saat ini sebesar 800 liter per detik.

“Jadi kalau ada yang bilang Kota Kupang tidak ada perubahan sangat keliru. Ada perubahan tapi belum dirasakan semua orang. Kenapa begitu sebab kita sangat terbatas pada sumber mata air yang ada di Kota. Kami optimis bahwa persoalan air bersih akan mengalami perbaikan dari waktu ke waktu” tambah Jefri.

Jefri mengungkapkan bahwa Pemkot Kupang akan segera melakukan pemberdayaan sumber air pada beberapa lokasi diantaranya kali Dendeng dari produksi air sebesar 10 liter perdetik akan menjadi 100 liter. Kali Liliba menjadi 50 liter perdetik dan Air Sagu 50 liter perdetik yang nantinya akan menghasilkan total 200 liter/detik.

Baca Juga :  Adu Ayam Meriahkan HUT Kota Kupang

Sementara untuk persoalan sampah kata Jefri, pihaknya berupaya untuk menyelesaikan persoalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Kenapa kita masuk kategori kota terkotor karna sampah di TPA tidak diurus sesuai prosedur. Misalnya harus ada mesin penghacur tapi kita belum punya. Nah kedepan kita selesaikan persoalan di TPA sebab kalo di dalam kota sudah cukup bersih,” pungkas Jefri. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]