Home / Seputar NTT / Disambut Hod’a, Viktor Laiskodat Bermalam di Pulau Raijua

Disambut Hod’a, Viktor Laiskodat Bermalam di Pulau Raijua

Calon Gubernur NTT, Nomor Urut 4, Viktor Lasikodat dipakaikan Destar ketika tiba di Pulau Raijua

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Raijua, seputar-ntt.com – Bakal Calon Gubernur dengan Nomor Urut 4, Viktor Bungtilu Laiskodat memilih berrmalan di Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua pada Selasa malam, (10/4/2018). Walaupun di Raijua tidak ada penginapan namun Viktor Laiskodat memiliki orang tua angkat dan memilih bermalam di sana.

Ini adalah kunjungan kedua Viktor Laiskodat ke Pulau Raijua dalam rangka kampanye Pilgub NTT. Pada kampanye putaran pertama Viktor Laiskodat sempat singgah sebelum berangkat ke Pulau Sumba. Kali ini Viktor menyeberang dari Pulau Sumba menuju Raijua dengan sebuah kapal kecil berkapasitas 8 orang dan harus mengarungi laut Sabu selama 5 jam.

Kedatangan Viktor Laiskodat di Pulau Raijua disambut dengan nyanyian hod’a yakni pantun sakral yang dibawa oleh tetua Adat. Nyanyian Hod’a tidak sembarang dinyanyikan. Benyamin Pidi sebagai orang tua angkat memakaikan selimut dan destar kepada Viktor Laiskodat sesuai adat Raijua dan dibawa masuk kedalam rumah. Didalam disambut oleh ibu dan dipangku dalam pangkuannya serta diberi makan kacang hijau dan gula sabu. Usai diberi makan kacang hijau dan gula sabu, Viktor Laiskidat mencium ibunya seraya meminta restu untuk berjuang dalam Pilgub NTT 2018.

Baca Juga :  Tiga Menteri Diundang Panen Raya di Lembor Manggarai Barat

Benyamin Pidi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa ini merupakan kali kedua Viktor Laiskidat  turun ke Raijua dan ini bukti bahwa seorang anak yang tidak ingin berjuang sendiri sehingga datang lagi untuk meminta restu untuk kesekian kalinya kepada keluarga. “Sebagai orang tua di Raijua, kami akan mendukung sepenuhnya perjuangan anak kami dan berharap bisa menjadi pemimpin di NTT dan kembali untuk melihat kami keluarga di Raijua” kata Benyamin Pidi.

Sebagai ayah, lanjut Benyamin Pidi,  dirinya juga memberikan penjelasan sedikit tentang masalah yang ada di Raijua dimana sudah menjadi pergumulan orang Raijua selama ini. Sejak Sabu Raijua menjadi Kabupaten otonom katanya, sudah banyak yang telah dibangun oleh Pemerintah Daerah namun masih ada yang perlu dibenahi terutama infrastruktur jalan dan juga perhubungan laut.

“Raijua saat ini sedang bergumul agar infrastruktur jalan dan juga perhubungan laut mendapatkan akses yang baik. Jalan di Raijua masih sangat prihatin dan juga kami di Raijua ini adalah pedagang untuk jual tikar ke luar tapi karena perahu layar sudah tidak ada lagi maka kami susah untuk mendapat akses jadi kami mohon perhatian supaya tranportasi laut ke Raijua bisa diakses ke semua daerah” ujarnya

Baca Juga :  Janji Victory-Joss Untuk Petani di NTT

Viktor Bungtilu Lasikodat pada kesempatan itu sangat berterimakasih atas dukungan dan restu dari keluarga dalam Pilgub NTT. Raijua daerah yang sangat indah dan kaya dan kerinduan untuk bertemu dengan keluarga maka menempuh jalan laut selama 5 jam dari Waingapu ke Raijua. Hal ini untuk melihat secara dekat kekayaan laut NTT sebab NTT merupakan daerah dengan kekayaan laut yang sangat tinggi.

“Dari lima tempat berkumpul ikan satunya ada di NTT yakni laut flores. NTT belum ada industri besar karena pemerintah tidak mengerti dan kedua beluam mempunyai listrik industri sehingga kedepan gubernur harus dipaksakan untuk mewujudkan ini kepada pemerintah Pusat dan ini masalah ini masalah kota selama ini karena tidak ada daya paksa” ujarnya. (Tim media/joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]