Home / Seputar NTT / Diduga Lepas Kontrol, Pengendara Motor di Lamba Leda Tewas

Diduga Lepas Kontrol, Pengendara Motor di Lamba Leda Tewas

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

 

Borong, seputar-ntt.com — Diduga lepas kontrol, satu orang pengendara sepeda motor yang berboncengan tewas di depan kantor Desa Meni Utara, Kecamatan Lamba Leda – Kabupaten Manggarai Timur usai mengikuti pentas Caci di desa tersebut, Sabtu 24/08/2019 sore.

Akibatnya, Galdinus Endon (55) asal kampung Rihut, Desa Golo Munga Barat meninggal dunia di TKP. Sementara itu, seorang pengendara motor bernama Laurens Amir sekarat dan dilarikan ke Puskesmas Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda.

Informasi yang diperoleh seputar-ntt.com di lokasi menyebutkan, dua korban berboncengan sepeda motor jenis Supra X tanpa nomor Polisi dari arah Kampung Wodong menuju Kampung halaman mereka di Rihut, Desa Golo Munga Barat – Kecamatan Lamba Leda – Matim.

Baca Juga :  Kampanye di Nagekeo, Viktor Laiskodat Bilang Dia di Desa dan Josef Nae Soi Urus Birokrasi

Diduga korban mengendarai kendaraan dengan kencang dan dalam keadaan mabuk sehingga lepas kontrol, akibatnya laju kendaraan tidak terkendali sehingga korban terjun bebas sejauh lima meter tepat di depan kantor Desa Meni Utara, Kecamatan Lamba Leda – Matim.

Benturan keras dengan tembok kantor Desa tersebut itu mengakibatkan dua korban mengalami luka cukup serius dibagian kepala.

Menurut keluarga korban, Aleksius Masterahim saat diwawancara media ini mengatakan jika mereka mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk.

“Yang saya lihat mereka mengendarai kendaraan cukup kencang dan dalam keadaan mabuk dan mengakibatkan Galdinus Endon tewas di tempat. Sementara pengendara motor Laurens Amir asal Kampung Rujung, Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda langsung dilarikan ke Puskesmas Benteng Jawa”, terang Aleksius.

Baca Juga :  Mendagri Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur NTT

Menurut cerita warga sekitar tempat kejadian, tikungan depan kantor Desa Meni Utara itu sangat rawan kecelakaan, jika tidak hati – hati bisa berakibat fatal.

Kedatangan korban ke Kampung tersebut untuk mengikuti pentas Caci yang berlangsung selama dua hari terhitung sejak tanggal 23 – 24 agustus 2019.

Kasus kecelakaan tersebut, gegerkan warga setempat dan seluruh tamu undangan yang hadir pada saat acara adat tersebut. (Fidel Sanath)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]