Home / Pariwisata / Dewan Bilang Dana Untuk Tour de Flores Adalah Pemalakan APBD

Dewan Bilang Dana Untuk Tour de Flores Adalah Pemalakan APBD

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kupang, seputar-ntt.com – Tour de Flores yang mewajibkan pemerintah untuk menganggarkan dana yang di ambil dari APBD Propinsi Rp 2,5 miliar dan kabupaten se-daratan Flores Rp 1,5 Miliar /kabupaten merupakan bentuk pemalakan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap APBD Propinsi maupun Kabupaten.

Hal ini dikatakan Yohanes Rumat, SE Anggota DPRD Provinsi NTT dari FPKB, Kamis, (12/5/2016).

“Alasannya sederhana, wisatawan yang datang ke daerah tujuan wisata mestinya dia mengeluarkan uang untuk akomodasi, transportasi, meals, biaya masuk obyek wisata, biaya pemanduan, atraksi wisata. Ini kok malah dibiayai Pemerintah. Ini pemalakan APBD namanya,” tegas Rumat yang juga pelaku ASITA, PHRI & HPI ini.

Dia menegaskan, pemerintah telah melakukan kesalahan kalau memberikan subsidi terhadap tamu yang bersepeda maupun membayar panitianya. “Siapa pencetus ide dari kegiatan ini, sehingga pemerintah harus tanggung dana yang demikian besar,” tegas Hans.

Baca Juga :  Welcome to Sumba Timur, Negeri Seribu Pesona

Terpisah, tokoh masyarakat Manggarai Barat Kornelis Rahalaka, kepada media ini secara tegas mengatakan, Tour de Flores adalah agenda korporasi tingkat internasional berkedok promosi pariwisata Flores.  “Dengan menggelar ajang ini, apa manfaatnya untuk rakyat dan mengapa Pemda harus keluarkan duit untuk membiayainya? sampai sekarang tidak ada pihak yang bertanggngjawab untuk menjelaskannya,” tegas Nelis.

Sementara, Louis Mindjo, pegiat Pariwisata di Borong Manggarai Timur berpendapat lain tentang kegiatan Tour de Flores. Dia mengatakan Tour de Flores, merupakan hal yang sangat baik dan menarik untuk melakukan ajang promosi obyek pariwisata potensial pada daerah masing-masing. “ini jugamembutuhkan perhatian Pemerintah Provinsi NTT maupun para stakehokder pegiat pariwisata,” tegas Louis.

Baca Juga :  Ketua Dewan Juri Lomba Blog dan Vlog di Dinas Pariwisata Siap Kembalikan Honor

Lebih lanjut Louis mengatakan menyangkut penggunaan anggaran yang fantastis, hal ini tergantung pada kesediaan anggaran yang disetujui Banggar DPRD Provinsi NTT dan masing-masing kabupaten se-daratan Flores.

“Harus jelas urgensitas serta manfaat penggunaan dana yang fantastis terhadap kesiapan fasilitas pendukung serta sumber daya yg benar-benar sudah dipersiapkan. Harapannya dana APBD yg digunakan tersebut dapat terserap dengan baik dan berguna bagi pengembangan sektor pariwisata pada masing-masing kabupaten se-daratan Flores.  Intinya dukungan dana melalui APBD tersebut juga merupakan bagian dari sinkronisasi program pemerintah dalam hal ini dinas pariwisata,” ungkap Louis (Vincent Mone)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]