Home / Rumpu-Rampe / Detik Kehidupan Yang Berharga, Refleksi Akhir Tahun Jemaat Imanuel Batukadera

Detik Kehidupan Yang Berharga, Refleksi Akhir Tahun Jemaat Imanuel Batukadera

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Manusia tidak bisa mengendalikan waktu, kecuali Allah. Karena itu setiap detik dalam kehidupan manusia sangat berharga. Demikian kata Pendeta Deazsy A Liu -Tatengkeng dalam khotbah refleksi akhir tahun di Jemaat Imanuel Batukadera, Rabu, (31.12/2014).

Dalam refleksi akhir tahun tersebut, pendeta Deazsy Tatengkeng membawakan khotbah berdasarkan Kitab Mazmur 91:1-16 dan nats pembimbing dari Mazmur 90:12. Bagimana waktu begitu berharga dalam kehidupan umat manusia, dia mencontohkan musibah pesawat Air Asia yang jatuh di selat Karimata pada Minggu, 28 Desember 2014 lalu.

“Kita baru saja dikejutkan dengan musibah pesawat Air Asia yang telah menggungcang bangsa Indonesia. Musibah ini harus memberi perenungan bagi kita bahwa begitu berharganya waktu yang diberikan Allah bagi kita. Kita tidak bisa menghentikan waktu, kita juga tidak bisa membeli waktu. Karena itu jangan pernah lepas dari genggaman Allah dalam menjelani kehidupan ini,” ujar Deazsy.

Baca Juga :  Mantan “Kuli Tinta” Yang Menghijaukan Sabana Pulau Sabu

Tidak bisa dipungkiri, kata Deazsy bahwa selama tahun 2014 ada berbagai peristiwa yang terjadi dalam setiap kehidupan jemaat. Ada tawa dan air mata, namun bagi orang yang beriman, Allah adalah jaminan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru, tahun 2015. “Manusia tidak bisa hidup dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Jadikanlah Allah sebagai tempat kita berlindung,”tambahnya.

Pendeta Deazsy mengajak semua jemaat agar dalam menjelani tahun 2015, tidak boleh kehilangan harapan apalagi meragukan kuasa Allah. “Janji Allah masih tetap sama dan akan membimbing kita disepanjang tahun yang baru. Karena itu jadikanlah hati kta selalu melekat dengan Allah,”imbuh pendeta Deazsy.

Ibadah akhir tahun di Jemaat Imanuel Batukadera Kupang, dipenuhi oleh para jemaat. Berbagai pujian dari Paduan suara, vokal group maupun solo menambah suasana khusuk. Kebaktian berjalan dengan aman dan berakhir dengan jabatan tangan dengan ucapan selamat tahun baru antara Jemaat dan pendeta serta para Majelis setempat. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]