Home / Sabu Raijua / Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Lakukan Penghijauan di Embung Maare Punoa

Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Lakukan Penghijauan di Embung Maare Punoa

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Menia, seputar-ntt.com – Seperti tak mau menyia-nyiakan waktu, Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Periode 2016-2021, Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke langsung beraksi. Setelah tiba di Sabu Raijua pada Kamis, (25/2/2016) pasca pelantikan, Pasangan yang dikenal dengan tagline Paket Mandiri ini langsung melakukan penghijauan di embung Maare Punoa di Kecamatan Liae.

Marthen Dira Tome bersama rombongan sudah dinantikan oleh masyarakat Liae yang ingin bersama-sama melakukan penghijauan. Kehadiran masyarakat yang lumayan banyak itu, ada yang sekedar untuk bisa memberi ucapan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati setelah dilantik dua pekan silam di Kupang.

Marthen Dira Tome di sela-sela penanaman pohon kepada masyarakat mengatakan supaya tidak lagi memikirkan tentang Pilkada yang telah berlalu. Saat ini adalah waktu untuk masyarakat bekerja keras bersama pemerintah melalui berbagi program yang dijalankan.

“Saat ini mari kita gerakkan semua orang di Sabu Raijua ini untuk bekerja. Dengan demikian Kita bisa memenuhi semua kebutuhan pokok keluarga. Saatnya Sabu Raijua bekerja,” kata Dira Tome.

Pada kesempatan tersebut, dia juga meminta kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitar embung dan masyarakat Liae pada umumnya untuk menjaga dan memanfaatkan embung ma are punoa secara baik.

“Kehadiran embung ini harus dilihat sebagai tempat baru untuk kita bertani dan berkebun sekaligus menjawab kesulitan masyarakat terhadap kebutuhan air,” kata Dira Tome.

Diberitakan sebelumnya, Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke tiba di Sabu Raijua menggunakan pesawat susi air tepat 13:15 Wita. Para pejabat setempat sudah menunggu untuk memberi salam. Didepan bandara sudah menanti ribuan masa yang datang menyambut dengan adat Sabu Raijua.

Dipintu keluar bandara keduanya disambut tarian “Ledo Hawu”. Sebuah tarian yang dipersembahkan bagi para pahlawan yang menang perang. Setelah itu disusul dengan nyanyian “Hoda”. Dalam syair yang dilantunkan oleh para pemangku adat menyebut nama sacral dari Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke.

Keduanya kemudian dipakaikan pakaian adat kebesaran orang Sabu Raijua yang dilakukan oleh orang yang diuakan secara adat di Sabu Raijua. Setelah berpakaian adat Sabu Raijua, Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke kemudian diarak menuju kantor Bupati Sabu Raijua di Menia.

“Saya minta kepada semua masyarakat di Sabu Raijua untuk mulai hari ini, tidak ada lagi eforia politik. Hilangkan semua perbedaan selama Pilkada dan mari kita bergandengan tangan membangun Sabu Raijua,” kata Marthen ketika menyampikan arahan di Kantor Bupati yang dikuti oleh para Anggota DPRD, Para Kepala Dinas, PNS dan masyarakat Sabu Raijua.

Tidak bisa dipungkiri kata Dira Tome bahwa dalam setiap perhelatan politik selalu ada perbedaan. Namun ketika sudah ada pemenang yang dipilih rakyat maka perbedaan itu harus ditanggalkan karna seorang pemimpin akan mengayomi seluruh masyarakat tanpa memandang pebedaan politik masa lampau.

“Kami telah menaruh emosional satu tingkat dibawah rasional sehingga tercipta sebuah keseimbangan. Untuk itu saya tegaskan bahwa perbedaan itu mulai hari ini tidak boleh ada lagi. Saya minta kepada semua anggota DPRD dan semua para PNS untuk kita sama-sama membangun daerah ini,” katanya. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]