Berantas Narkoba, Kerjasama dengan RDTL Terus Ditingkatkan

Tanggal Terbit : March 29, 2018 | Seputar NTT
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com—Dengan diterimanya Bintang Penghargaan dari Republik Demokratic Timor Leste (RDTL), maka kerjasama akan terus ditingkatkan, terutama dalam hal Pemberantasan Narkoba.

Hal ini diungkapkan Kepala BNNP NTT. Brigjend. Pol. Drs. Muhammad Nur.SH.MHum di kantornya, Kamis (29/3/2018).

“Terakhir kita membantu mereka untuk melakukan uji laboratorium terhadap penangkapan 162 bahan pembuat PCC yang dibawa dalam Sembilan container,” tegas Nur.

Kerjasama memang perlu ditingkatkan, ujar Nur, mengingat RDTL merupakan Negara terdekat dengan Indonesia, dan disana sudah banyak ditempatkan Kedutaan Besar (Kedubes).

“Kalau dilihat dari konteks Negara China pemasok terbanyak Narkoba ke Indonesai dan RDTL , dimana mereka melalui jalur laut menuju Singapura, lalu ke perairan Indonesia dan berakhir di RDTL. 80 persen untuk barang-barang haram Narkoba ini lewat lautan Indonesia.

Untuk itu, lanjut Nur, kedepan semua stakeholder harus bersinergi, karena untuk kepentingan generasi muda kedepan, jangan cuek atau apatis dan tidak mau tahu.

Baca Juga :  Ini Kata Kristo Blasin Saat Kampanye Victory-Joss di Nagekeo

“Narkoba sekarang sudah menyerang bayi, seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah dan Mataram. Sedangkan di Provinsi NTT sudah ditemukan anak usia 10 tahun ketergantungan inhalan yakni menghirup bau bensin, minyak tanah bahkan ventilasi septitank, sedangkan di Jakarta anak jalanan menghirup lem,” tandasnya.

Akan tetapi, kata Nur, anak-anak tersebut sudah dirawat di rumah sakit ketergantungan obat, sesuai dengan permintaan Gubernur NTT.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala BNNK Rote Ndao, Kompol Lino Do Pareira mengakui kerjasama dengan RDTL sudah terlaksana sejak tahun 2005, dimana telah berhasil menangkap pelaku pencobaan pembunuhan terhadap Presiden dan Perdana Menteri RDTL, yang pelakunya ditangkap di Belu tahun 2005.

“Kemudian tahun 2016, membantu menangkap salah satu DPO yang dari Penjara Becora Dilli dan ditangkap di SoE oleh Tim BNNP Jakarta dan Tim Berantas BNNP NTT,” urainya.

Baca Juga :  Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur Ingin Pendekatan PDIA Diterapkan di KKG

Disamping itu, tambah Lino, juga memberikan informasi yang terkait dengan salah satu DPO lari dari Penjara Becora Dilli Tiles ke Denpasar, disana ditangkap langsung oleh Kapolda Bali.

“Terakhir mambantu proses pengujian laboratorium di BNN Jakarta menyangkut sembilan kontainer yang berisi bahan kimia yang memang sedang disidik pihak RDTL,” kata Lino.

Jauh sebelumnya, lanjut Lino, selalu kerjasama tukar informasi terkait di wilayah NTT maupun RDTL, terutama menyangkit narkotika.

“Kita bersama Kepala BNNP NTT memperkuat diperbatasan Negara terutama di Motaain, Motamasin dan Wini, disana ada BNNK Belu yang selalu koordinasi dengan Polres setempat selalu memantau perkembangan terkait narkotika,” tegas Lino. (ira)

Komentar Anda?