Home / News Flash / Banyak Warga Kupang Yang Masih Takut Donor Darah

Banyak Warga Kupang Yang Masih Takut Donor Darah

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Oelamasi, seputar-ntt.com –  Biasanya seseorang akan dengan mudah mau memberikan sumbangan material tetapi memberi sumbangan darah tidaklah mudah karena masih banyak orang yang takut, kuatir akibat pemahaman yang tidak lengkap tentang anatomi tubuh. Padahal secara medis, setiap 90-120 hari itu tubuh seseorang melakukan pergantian darah. Padahal satu tetes darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan jiwa sesamanya.

Demikian dikatakan Ketua Panitia bulan bhakti PMI Kabupaten Kupang, Winston Rondo kepada wartawan di markas PMI di Babau Kabupaten Kupang.
Dijelaskan, kegiatan bulan bakti PMI Kabupaten Kupang yang dilaksanakan 20 Agustus hingga 19 September mendatang ini merupakan yang pertama kali setelah pengurus PMI Kabupaten Kupang dibentuk 2 tahun silam.

“Sebelumnya memang sudah ada kegiatan donor darah secara insidentil. Tapi kali ini kita konsolidasi untuk buat suatu program baru dalam rangka HUT NKRI ke-69 dan HUT PMI tanggal 17 September nanti,” kata Winston.

Menurut dia, sejumlah kegiatan kemanusiaan akan dilakukan PMI Kabupaten Kupang pada acara bulan bhakti kali ini yakni aksi donor darah, pemeriksaan golongan darah gratis, pelayanan kesehatan dan bazaar gratis, pelayanan KB, penyuluhan HIV/AIDS, sosialisasi BPJS Kesehatan, aksi spanduk, nonton film kemanusiaan bareng, dialog interaktif serta sosialisasi dan pembentukan Palang Merah remaja (PMRI) disekolah dan kita baru ambil 1 sekolah yakni SMAN 3 Kupang Timur sebagai sekolah model.

Baca Juga :  Polres Belu Amankan 5000 Liter BBM Subsidi

“Selama sebulan ini (20 Agustus-19 September) 7 kegiatan tersebut akan kita lakukan. Kegiatan ini berlangsung di Markas PMI Kabupaten Kupang di Babau agar markas PMI ini lebih dikenal,” katanya.

Kegiatan donor darah dalam bulan bhakti kali ini, kata Winston, berkerjasama dengan lembaga-lembaga strategis misalnya dengan Pemda, dimana sudah dilakukan di kantor Bupati Kupang. Lalu dengan Brigif 21 Komodo danjuga pihaknya lagi berkoordinasi agar kegiatan donor darah bisa dilakukan di markas Polres Kupang.

“Kegiatan ini didukung oleh 16 lembaga termasuk LMS Cemara, Lembaga Perempuan, Yayasan Tanpa Batas, CIS Timor, KNPI, Pemuda GMIT. Kami sadar ini langkah awal tapi kami berharap kegiatan ini dapat mengugah hati masyarakat untuk mau terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Sabu Raijua Di Periksa Penyidik Kejati NTT

Ditambahkan, aksi Donor darah jadi prioritas dan PMI Kabupaten Kupang menargetkan kegiatan yang berlangsung selama sebulan ini dapat menghasilkan 1000 kantor darah. Sejauh ini kegiatan-kegiatan kemanusiaan donor darah yang telah dilakukan, berhasil dikumpulkan 200 kantong darah.
“Mohon restu masyarakat Kabupaten Kupang untuk membagi 1-2 tetes darahnya untuk kemanusiaan,” pinta Winston.

Sementara itu Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, Meserasi Ataupah saat memberikan sambutan mewakili Bupati Kupang pada acara pembukaan bulan bhakti gotong royong, Rabu (20/8) di Babau mengakui, aksi mendonorkan darah bagi sebagian orang masih merupakan sesuatu yang menakutkan. Beberapa orang bahkan melihat bahwa mendonorkan darahnya berarti memberikan nyawanya.

Karena itu butuh kerja keras dari PMI dan Dinas Kesehatan dalam mensosialisasikan pentingnya donor darah bukanlah hal yang mematikan dan pentingnya darah bagi aksi kemanusiaan.

“Beberapa orang bahkan melihat mendonorkan darah itu seperti memberi nyawa. Ini jadi pekerjaan besar buat kita. Kesadaran yang baik ditunjang pengetahuan yang baik tentang donor darah itu belum dimiliki semua orang,” ungkapnya. (sho)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]