Home / News Flash / Antispasi Pencurian, Pemkot Aktifkan Kembali Siskamling

Antispasi Pencurian, Pemkot Aktifkan Kembali Siskamling

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Maraknya pencurian yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Kupang membuat warga resah. Untuk itu, Walikota Kupang, Jonas Salean telah mengeluarkan instruksi untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

Dengan aktifnya siskamling maka peran masyarakat dalam mengawasi keluar masuk orang kedalam satu lingkungan sangat sangat berperan penting tanpa memberi beban kepada aparat kepolisian, sehingga bisa menangkal aksi pencurian yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Terhitung sejak 1 Februari, kita sudah instruksikan untuk aktifkan siskamling dan jaga malam. Saat ini sudah dilakukan dibeberapa wilayah. Kita harap ini bisa menangkal aksi pencurian dan aksi kejahatan lainnya,” kata, Jonas salean, Senin (10/2/2014) di Balaikota.

Baca Juga :  Awang Notoprawiro Minta Disdukcapil Kota Kupang Tidak Pilih Kasih

Jonas Salean menegaskan agar para RT dan RW harus lebih berperan aktif dalam pelaksanaan sikamling ini. Dengan bersatu dengan masyarakat maka segala bentuk kejahatan yang hendak dilakukan bisa digagalkan.

“Rata-rata rumah warga beratap seng sehingga kalau hujan deras tidak akan kedengaran jika ada orang yang membobot pintu atau jendela. Dengan adanya warga yang melakukan ronda malam kita berharap orang yang ingin mencuri juga akan berpikir dua kali,”ungkap Jonas.

Selain untuk antispasi pencurian, berfungsinya Siskamling ini bisa memantau keluar masuknya warga baru ke Kota Kupang yang tidak memiliki identitas yang jelas atau yang bukan warga kota dan memiliki niat yang jahat di Kota Kupang. Jika ada warga baru maka harus melapor diri jika sudah menginap dua kali 24 jam.

Baca Juga :  168 KK Fatubesi Minta Pemkot Hibahkan Lahan Yang Ditempati

“Yang rawan adalah wilayah yang banyak kos-kosan,seperti Oesapa, banyak pemilik kos tidak berada ditempat sehingga perlu dilakukan pengawasan. Banyak orang baru yang datang kos dan tidak melapor pada RT dan RW setempat,” ungkapnya.(riflan hayon)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]