Home / Seputar NTT / Amon Djobo Resmikan Kopdit Swasti Sari

Amon Djobo Resmikan Kopdit Swasti Sari

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt.com – Bupati Alor, Drs. Amon Djobo meresmikan Kopdit Swasta Sari yang berlokasi di Lipa Kelurahan Kalabahi Tengah, Sabtu, 21/11/2020 siang.

Menurut Amon, kehadiran Kodit Swasti Sari dengan modal sekitar Rp. 1 Trilyun di daerah terpencil merupakan sesuatu yang luar biasa sehingga dukungan masyarakat dan pemerintah sangat diharapkan.

“Saya sangat berterima kasih karena kehadiran kopdit ini sebagai mitra pemerintah dibidang usaha perekonomian daerah,” katanya.

Untuk itu dirinya berharap agar masyarakat bisa hadir di Kopdit Swasta Sari sebagai nasabah untuk bisa mendapatkan modal usaha dalam meningkatkan perekonomiannya.

“Jadilah nasabah yang benar dan baik sesuai dengan moto dari kopdit ini yakni melayani dengan benar. Saya juga sudah masuk jadi anggota pertama setelah pengresmian ini,” ujar Djobo.

Mantan Asisten III ini kembali menegaskan kepada seluruh masyarakat yang hendak menjadi nasabah dalam mendapatkan permodalan, tidak boleh menggunakan modal tersebut untuk kegiatan-kegiatan konsumtif.

“Gunakan pada kegiatan-kegiatan ekonomi riil sehingga mampu menumbuhkan ekonomi rumah tangga, keluarga sehingga kredit itu punya dampak dan manfaat. Kalau ambil untuk pesta dan sebagainya itu berhenti sudah. Saya juga minta agar swsta sari dalam memberikan kredit harus mengecek kembali kelayakan setiap nasabah,” tegas Amon. Djobo.

Sementara General Manager (GM) Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan dalam sambutannya mengatakan, tujuan utama Swasti Sari melakukan ekspansi adalah bersama-sama merubah kesejahteraan.

“Merubah dari yang belum ada menjadi ada dan sudah ada menjadi lebih baik sesuai visi misi dari lembaga ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, Kopdit ini sudah beranggotakan seratus ribu lebih yang tersebar di NTT dan Bali, dan kehadirannya sanga diterima.

“Tahun 2020 kami rencana ekspansi di dua provinsi yakni Jawa Timur dan NTB tapi ternyata diawal tahun buku disambut dengan wabah pandemi covid-19 sehingga kami masih pending,” beber Sason.

Ia menjelaskan, lembaganya ini memprioritaskan sektor riil sehingga mampu merubah mainset anggota dari budaya pesta pora menjadi budaya usaha produktif.

“Kami masuk bagaimana cara anggota menanam padi, bawang, penggemukan sapi dan usaha produktif lainnya, dan sampai saat ini uang yang digulirkan mencapai sekitar Rp. 600-an milyar lebih. Untuk plafon pinjaman sejak kopdit terbentuk mencapai Rp. 2 trilyun. Ini berarti ada dampak positif terhadap perubahan masyarakat ,” katanya.

Lanjut Yohanes, Kopdit Swasti Sari juga sudah membantu pengangguran di wilayah ini dengan mempekerjakan 400 orang dengan standar gaji Rp. 3 juta bahkan sampai Rp. 7, 8 juta.

“Kalau diratakan gaji mereka Rp. 4 juta maka mereka bisa menghidupkan anghota keluarganya sebanyak 6 orang. Itu tujuan kedua lembaga kami,” ungkapnya.

Tujuan yang ketiga menurut GM Yohanis adalah membasmi koperasi harian, para rentenir, kapitalis karena menurutnya, mereka hanya menjadi kuda bebannya orang kecil,” tutup Yohanes Sason Helan (*Pepenk).

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]