Home / Seputar NTT / ABAL, Negeri Kaya Di Barat Yang Terbelenggu Buruknya Infrastruktur Jalan

ABAL, Negeri Kaya Di Barat Yang Terbelenggu Buruknya Infrastruktur Jalan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt.com – Alor Barat Laut (ABAL) adalah nama dari sebuah wilayah Kecamatan di Kabupaten Alor. Usia nya cukup tua seumuran lahirnya Kabupaten Alor.

Cakupan wilayah pemerintahannya kala itu luas hingga sebagian besar wilayah jasirah Kepala Burung (sebutan Kepala Burung sesuai gambar peta Kabupaten Alor).

Namun berjalannya waktu dengan adanya pemekaran wilayah, Kecamatan ABAL saat ini hanya terdiri dari 17 Desa dan 1 Kelurahan.

Posisi atau letak desa-desa di wilayah Kecamatan ABAL sangat elok dan strategis, karena sebagian besar terletak di sepanjang pesisir pantai dan poros jalan utama, sedangkan lainnya berada di lembah dan pegunungan dan ada juga yang berada di Pulau.

Dengan letak geografis dan konfigurasi wilayahnya tersebut, tidak heran jika wilayah Kecamatan ini memiliki potensi kekayaan laut dan alam yang variatif. Berbagai tanaman pertanian dan komoditi, seperti kemiri, cengkeh, kelapa, kakao menghiasi alam wilayah tersebut. Sayur-mayur, buah-buahan dan padi juga tumbuh subur didataran irigasi dibeberapa Desa di Kecamatan itu.

Apalagi kalau menyebut potensi perikanan dan kelautan, sungguh luar biasa tak terbilang hasilnya. Kecamatan ini memiliki potensi sumberdaya perikanan yang sangat tinggi, karena perairan lautnya berbatasan dengan Laut Flores dan Selat Makassar yang kaya akan plankton sebagai sumber makanan ikan.

Setiap harinya pasokan ikan segar dari wilayah ABAL masuk ke Kota Kalabahi, bahkan nelayan-nelayan dari wilayah ini pergi menjual hasil tangkapan ikan mereka ke daerah lain.

Selain ikan, sektor usaha rumput laut dan garam masyarakat menjadi potensi tersendiri negeri tersebut. Sejumlah potensi yang telah dijelaskan tersebut, belum lengkap jika eksotisme pariwisata ABAL tidak disebutkan.

Memiliki wilayah laut yang luas dan pesisir pantai yang panjang menjadi daya tarik sendiri bagi pengembangan wisata bahari. Di sini terdapat obyek wisata laut yang istimewa, ada taman laut dengan keunggulan yang ditemukan disejumlah spot yang menyebar di wilayah perairan laut kecamatan tersebut. Taman laut tersebut merupakan landscape wisata bahari yang sangat mengetarkan.

Bagaimana tidak, di dasar laut tersebut bisa ditemukan aneka tumbuhan laut yang memesona, karang laut dengan variatif dan karesteristik bentuk dan warna, dan dipenuhi hilir-mudik ikan karang yang tengah bermain dibalik karang nan menawan.

Keindahan ini membuat orang yang pernah menikmati dasar laut ABAL, seperti di spot Papajahi akan mengekspresikan pengakuan kekagumannya dengan mengatakan taman laut di wilayah tersebut berkelas dunia.

Pengakuan ini semakin diperkuat lagi dengan sejumlah warga asing dan lokal, termasuk pemerintah daerah mulai melakukan investasi pariwisata dengan membangun homestay, cafe, dan penyediaan fasilitas diving dan snorckling.

Pesisir pantai disepanjang wilayah pantai ABAL “disulap” menjadi indah, seperti yang ditemukan saat ini di Pantai Sabanjar di Desa Alor Besar di wilayah Kecamatan itu.

Selain pariwisata bahari, ABAL juga memiliki wisata religi dan budaya yang telah dikenal luas. Situs tua yang memiliki nilai religi yang tinggi Al-Qur’an tua dari kulit kayu masih tersimpan rapi di Desa Alor Besar.

Pesona wisata budaya lainnya di wilayah itu, ada hasil kerajinan tenun masyarakat. Tenunan wilayah ini nemiliki motif khas dengan proses pembuatan tenun alami. Tenun masyarakat ABAL ini sudah dikenal di pameran-pameran nasional hingga luar negeri.

Pemerintah pusat bahkan mendukung dan mendorong pengembangan tenun masyarakat, dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 7 miliar lebih untuk dibangun sebuah gedung mewah lengkap dengan peralatannya yang saat ini di sebut Rumah Tenun yang berlokasi di wilayah Sabanjar.

Semua kita patut berbangga dengan kekayaan laut dan alam dari negeri di barat laut Kabupaten Alor ini, namun sayang apa yang dimiliki masyarakat di wilayah tersebut tidak sepadan dengan kondisi infrastruktur jalan propinsi sebagai pintu atau akses bagi masyarakat dalam usahanya.

Akses jalan yang rusak membuat usahakan masyarakat secara ekonomi tidak optimal. Kerusakan jalan Propinsi di wilayah ABAL tersebut bukan baru sekarang, tetapi kondisi buruknya jalan tersebut sudah bertahun-tahun.

Jalan menuju wilayah Kecamatan ABAL, selepas Pusat Kota Kalabahi ketika memasuki wilayah Kenarilang, setiap pengendara harus siaga dan sigap dengan mengendalikan setir sambil menjaga kecepatan dibawah rata-rata normal.

Bagaimana tidak, disepanjang jalan Provinsi tersebut, kendaraan baik roda dua dan empat akan silih lubang, masuk lubang. Kendaraan terus “menari-nari” disepanjang perjalanan yang jaraknya kurang-lebih belasan kilometer. Sungguh cukup melelahkan dan menyedihkan.

Berkaitan dengan buruknya jalan poros Propinsi di Kecamatan tersebut, Camat ABAL, Debrina Lelang, SE dalam sebuah perbincangan ringan, pada Sabtu (30/5/2020) mengungkapkan, masyarakat dan kecamatan tersebut meski memiliki kekayaan alam dan laut yang begitu besar, namun masih terkungkung atau dibelenggu dengan buruknya jalan.

“Kondisi jalan buruk atau berlubang yang “menghiasi” belasan hingga dua puluh kilometer itu, telah dirasakan masyarakat bukan baru sekarang, tetapi sudah dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Camat Perempuan yang dikenal tegas ini, Masyarakatnya cukup menderita dengan kondisi rusaknya jalan tersebut.

“Masyarakat kesulitan membawa hasil pertanian, perkebunan dan kelautan ke Ibu Kota Kabupaten, Kalabahi. Pasalnya selain membutuhkan waktu tempuh yang lama, juga konsekwensinya ongkos angkutan juga naik,” ungkap Lelang.

Dampak lainnya menurut Debrina, adanya pengeluhan orang-orang yang berkunjung ke kecamatannya, termasuk para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata tentang jalan yang rusak.

“Untuk itu, saya berharap Pemerintah Propinsi dapat mendengarkan “nyanyian pilu” derita yang dialami masyarakatnya karena kondisi jalan tersebut. Kita dapat informasi bahwa pekerjaan jalan propinsi tersebut akan dilakukan tahun ini. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda pekerjaannya. Mudah-mudahan setelah normal dari covid-19 pekerjaan dapat berjalan,” ungkapnya sambil berharap.

Debrina Lelang mengatakan, kondisi jalan ke wilayah tersebut apabila baik, maka dirinya memastikan adanya loncatan pembangunan di wilayah ABAL, karena kondisi ekonomi masyarakat akan meningkat sebagai dampak dari lancarnya akses transportasi.

Buruknya kondisi jalan propinsi ini juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Alor, Sulaiman Singh yang merupakan anggota DPRD Alor dari Dapil wilayah tersebut.

Singh mengharapkan, adanya informasi mengenai pekerjaan jalan propinsi dalam tahun ini bisa dapat terealisasi, karena masyarakat selama ini benar-benar menderita akibar rusaknya jalan itu.

Menurut Singh, dirinya dalam beberapa kesempatan minta kepada yang memiliki kewenangan untuk segera memperhatikan jalan tersebut, karena jalan tersebut selain merupakan lintasan kendaraan yang ramai, juga merupakan jalan produksi atau ekonomi masyarakat.

“Ini jalan Provinsi, kewenangannya ada di pemerintah Provinsi. Kita mengharapkan ada upaya perbaikan dalam waktu dekat, sehingga akses transportasi masyarakat dan dampak ikutannya bisa berjalan lancar menuju kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Singh sambil mengatakan wajah jalan adalah wajah pembangunan kita. (*OSM/TD.com)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]