Home / News Flash / 61 Orang Di Kabupaten Kupang Terinfeksi HIV/AIDS

61 Orang Di Kabupaten Kupang Terinfeksi HIV/AIDS

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button
Oelamasi – Data terakhir yang dimiliki Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kupang tercatat sebanyak 61 orang di wilayah yang dipimpin Drs. Ayub Titu Eki, MS, Ph.D dan Viktor Y. Tiran ini terinfeksi HIV/AIDS.Sekretaris KPAD Kabupaten Kupang, W.Z. Yohanes mengatakan hal ini kepada wartawn di Oelamasi,  Jumat (30/8).
Dikatakan, 61 warga Kabupaten Kupang yang terinfeksi HIV/AIDS tersebut terdiri dari 22 orang HIV dan 39 orang AIDS. Dari jumlah tersebut 16 orang telah meninggal dunia.
Dikatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap masalah HIV/AIDS di Kabupaten Kupang. Salah satunya lewat sosialisasi yang tengah berjalan di masyarakat khususnya yang dilakukan kepada kaum remaja Kabupaten Kupang.
“Sosialisasi kita lebih focus kepada remaja karena kecendrungan lebih banyak untuk terinvenveksi virus ini ada pada remaja akibat pergaulan bebas mereka,” jelas mantan Asisten II Setda Kabupaten Kupang ini.
Yohanes mengaku, pihaknya berharap melalui kegiatan sosialisasi yang diberikan wawasan berpikir kaum remaja di Kabupaten Kupang dapat terbuka sehingga tidak sembarang melakukan seks bebas.
“Masih banyak kegiatan positif lain yang dapat dilakukan ketimbang melakukan seks bebas yang sangat beresiko,” tandasnya.
Dijelaskan, berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 200 responden di tiga daerah di NTT yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan TTS, ternyata sekitar 30 persen lebih remaja saat ini sudah berhubungan seks pada usia 14 sampai 20 tahun.
“Dari 200 orang responden, ada 42 orang yang dengan jujur mengatakan telah berhubungan seks bebas. Hal ini tentu perlu mendapat perhatian semua pihak agar penanganan terhadap masalah HIV/AIDS ini benar-benar dapat diperhatikan secara serius,” pintanya.
Ditambahkan, seiring dengan kemajuan teknologi saat ini maka potensi untuk melakukan hubungan seks diluar nikah sangat tinggi. Misalnya melalui internet para remaja yang ada dapat dengan mudah mengakses situs porno yang menyguhkan adegan-adegan seks yang sebenarnya belum layak ditonton para remaja. Sebab dengan menonton maka para remaja ini akan timbul keinginan untuk mencobanya.
“Saat ini para remaja sudah bisa digolongkan dalam ketegori waspada untuk masalah HIV/AIDS ini sebagai akibat dari mencoba-coba tadi,” tambahnya.
Ditegaskan, terdapat tiga hal yang perlu dihindari oleh remaja dan juga semua masyarakat yang ada agar terhidar dari bahaya HIV/AIDS ini yakni, tidak boleh melakukan seks apalagi yang beresiko. Kemudian bersikap setia kepada pasangan bagi yang sudah berkeluarga dan menggunakan kondom saat melakukan seks beresiko.
Untuk diketahui, kasus HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur (NTT) per 18 November 2008 mencapai 552, terdiri dari 305 HIV dan 247 AIDS, dan meninggal dunia 141 orang.
Kasus terbanyak di Kabupaten Belu 152, menyusul Kota Kupang 130 kasus, Sikka 106 kasus, Manggarai 34 kasus, Ende dan Flores Timur masing masing 28 kasus. Data per Agustus 2008 hanya 287 kasus HIV/AIDS. Peningakatan kasus ini terkait makin lancar sistem pelaporan kasus HIV/AIDS dari kabupaten/kota akhir akhir ini. (Sho)

Komentar Anda?

Baca Juga :  Dewan Kota Temukan Banyak Jalan Rusak

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]